Wisata

Aset Budaya dan Sejarah di Bukittinggi Layak Untuk Dikembangkan jadi Objek Wisata

HaloBukittinggi : Untuk mengembangkan dunia pariwisata, Pemerintah Kota Bukittinggi mengoptimalkan potensi destinasi wisata budaya dan sejarah yang merupakan suatu aset, sehingga nantinya dapat dinikmati wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Erwin Umar, Rabu (12/4/2017), mengatakan, pengoptimalan wisata budaya dan sejarah itu merupakan program yang harus diupayakan Pemko Bukittinggi, sehingga pengunjung tidak lagi hanya melihat wisata alam saja, karena potensi pariwisata daerah dari sejumlah warisan budaya lama atau peninggalan sejarah banyak yang belum tersentuh.

“Potensi destinasi wisata budaya itu dapat dikembangkan melalui keberadaan Penjara Lama, Hotel Centrum dan Stasiun Kereta Api Lama yang berada di lokasi strategis, dan bangunan peninggalan sejarah ini dapat dimanfaatkan sebagai wisata budaya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” terangnya.

Pada dasarnya sambung Erwin Umar, wisatawan yang datang ke Kota Bukittinggi lebih cendrung menikmati wisata alamnya, sedangkan kita memiliki bangunan lama yang bisa berpotensi untuk pengembangan wisata budaya dan sejarah, yang juga layak untuk dimanfaatkan.

“Bangunan penjara lama, Hotel Centrum dan Stasiun Kereta Api Lama bisa menjadi potensi wisata budaya di Kota Bukittinggi, apalagi berada di lokasi strategis dan merupakan peninggalan sejarah lama, yang belum banyak diketahui wisatawan,” ujarnya.

Seperti bangunan Penjara Lama yang pada September 2016 lalu telah dihibahkan oleh pemerintah pusat pada pemerintah Kota Bukittinggi, dan kini tinggal menunggu kelengkapan surat administrasinya.

Erwin Umar menambahkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengupayakan agar bangunan tersebut dapat segera dimanfaatkan menjadi objek wisata budaya dan sejarah, sehingga nantinya juga dapat menambah pendapatan asli daerah.

“Apabila telah disetujui Pemko Bukittinggi, akan ditindaklanjuti dengan melakukan penataan di Penjara Lama dengan memanfaatkan halaman yang luas sebagai lokasi medan nan balinduang dan atraksi seni budaya daerah dari para seniman sehingga dapat menjadi destinasi baru, dan menghidupkan kota dengan kedatangan wisatawan yang berkunjung,” tukasnya.

Dalam rencana pengembangannya ulas Erwin Umar, bangunan asli Penjara Lama tetap dipertahankan, dan dijadikan sebagai museum edukasi serta menyediakan tempat bagi seniman dan pengrajin memamerkan hasil karya seperti lukisan maupun produk kerajinan daerah seperti bordir kerancang.

Selain itu, ia juga akan membuat lokasi bagi para wartawan dan seniman Bukittinggi agar bisa menyatu dan saling sharing.

“Disana juga akan dikembangkan sebagai wisata kuliner, jadi dapat di manfaatkan bagi warga yang dibina dari Dinas Sosial atau bidang ketenagakerjaan untuk menjalankan usaha,” ungkapnya.

Hal demikian juga akan di kembangkan pada Hotel Centrum dan Stasiun Kereta Api Lama, namun perlu kajian lebih lanjut terkait statusnya yang belum milik pemerintah.

Rencana pengembangan objek wisata budaya dan sejarah ini sambung Erwin Umar, tentunya memerlukan kerjasama dengan Pemko Bukittinggi, salah satunya persetujuan Wali Kota, serta juga memerlukan dukungan dari pihak ke tiga, karena tidak memungkinkan apabila hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Erwin Umar berharap, secara bertahap pengembangan wisata budaya dapat dilakukan melalui kerjasama dengan pihak yang terkait untuk menambah destinasi wisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top