Wisata

PHRI Bukittinggi Optimalkan Kearifan Lokal Lewat Olahan Pangan

Untuk mendukung pariwisata Bukittinggi, Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, mengangkat kearifan lokal terutama dalam hal olahan masakan.

Ketua BPC PHRI Bukittinggi Vina Kumala, menjelaskan, salah satu bentuk dukungan promosi pariwisata daerah itu, melalui kegiatan memasak makanan dengan bahan dasar pangan lokal seperti ubi, yang disajikan sebagai makanan ringan bagi tamu di hotel.

“Sebagai upaya lain mendukung pariwisata Sumatera Barat dan khususnya Bukittinggi, PHRI akan melakukan promosi pariwisata hingga ke luar provinsi. Seperti pada bulan Maret 2017 nanti, PHRI Bukittinggi mengadakan PHRI Sales Mission ke Provinsi Jambi. Kegiatan ini berupa promosi pariwisata Bukittinggi khusus bidang hotel dan restoran,” jelasnya, Kamis (16/2/2017).

Dipilihnya Jambi, karena berdasarkan survey disana tingkat pendapatan masyarakat cukup tinggi, mereka juga senang datang berwisata ke Kota Bukittinggi, sehingga hal ini sangat mendukung untuk kegiatan promosi hotel dan restoran, sebagai penunjang pariwisata.

Dalam upaya mendukung pariwisata sambung Vina Kumala, pihak PHRI menargetkan ke depan kerja sama yang lebih banyak dengan pemerintah setempat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait.

“Disamping program itu PHRI Bukittinggi juga mengharapkan kerja sama yang lebih erat dengan Pemerintah Kota terutama untuk upaya promosi pariwisata daerah yang beradat dan berbudaya,” ujarnya.

Untuk mendukung kerjasama itu, PHRI Bukittinggi juga berencana menambah jumlah anggota, mengingat di Kota Bukittinggi jumlah hotel yang terdata 60 lebih, namun anggota tetap PHRI baru 35, maka dari itu PHRI mengajak Pemerintah Kota melalui OPD terkait, sehingga anggota PHRI bertambah.

Menurut Vina Kumala upaya kearifan lokal pariwisata itu tidak dapat dilakukan secara instan, namun membutuhkan proses dan pembenahan di banyak bidang pendukung seperti infrastruktur dan keamanan serta promosi.

“Disamping itu Sumber Daya Manusia (SDM) karyawan juga perlu ditingkatkan, sehingga mereka mampu memberikan pelayanan yang ramah, termasuk dalam hal penguasaan Bahasa Inggris sehingga dapat melayani tamu asing dengan baik,” tukasnya.

Setelah sejumlah pembenahan yang dilakukan secara bertahap, Vina Kumala menargetkan PHRI dapat terus membantu mengenalkan pariwisata serta adat dan budaya daerah, karena pariwisata yang dikembangkan adalah pariwisata beradat dan berbudaya.

Seperti hal nya dalam pelayanan, beberapa hotel yang tergabung dalam BPC PHRI Bukittinggi saat ini juga sudah mulai menerapkan aturan bagi karyawan perempuan nya memakai seragam Baju Kuruang Basiba setiap hari Jum’at. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top