Sigap Polisi

Waspada Isu Miring, Polres Bukittinggi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaaan

HaloBukittinggi : Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhuna menyebutkan, isu penculikan anak saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

“Pihak Polres Bukittinggi menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak, karena orang tua memiliki tanggung jawab penuh terhadap anaknya, disamping kepolisian yang bertugas menjaga ketentraman dan ketertiban umum,” jelasnya, Rabu (26/4/2017).

Selain itu sambung Arly Jembar Jumhana, Polres Bukittinggi juga meminta orang tua mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak mudah percaya terhadap bujukan dan ajakan orang yang belum dikenal.

“Selalu komunikasi dengan guru maupun pihak sekolah, jika ada hal yang mencurigakan, hubungi pihak Kepolisian terdekat,” tukasnya.

Sementara itu tambah Arly Jembar Jumhana, seluruh Bintara Pembinanaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkantibmas) yang bertugas di wilayah hukum Polres Bukittinggi juga diminta untuk meningkatkan sosialisasi, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, menjaga anak mereka kapan dan dimanapun berada, meningkatkan komunikasi dengan anak, serta melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan pada Babinkantibmas.

Sebelumnya isu maraknya upaya penculikan anak-anak murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Percontohan di Kota Bukittinggi, viral di media sosial meski belum ada laporan resmi soal kehilangan anak akibat diculik ke Polres Bukittinggi, namun informasi yang beredar mulai meresahkan warga khususnya orangtua murid dalam satu minggu belakangan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa percobaan penculikan terhadap Neverly Putri Rayusinta warga Banto Laweh terjadi pada Senin 20 maret 2017 lalu.

Hal ini membuat orang tua waspada beberapa dari mereka bahkan menunggui anaknya di pagar sekolah lebih awal dari biasanya.

Ferri Yaldi petugas keamanan (satpam) SD Negeri 02 Percontohan Bukittinggi menyebutkan, peristiwa berawal saat Neverly yang akrab disapa Verly pulang sekolah bersama murid kelas lima lainnya.

Sesampainya di depan halte bus di depan sekolah Verly ditegur seorang ibu-ibu dan diajak pergi ke rumah sakit.

Verly yang tidak langsung percaya dan curiga dengan orang tak dikenal langsung lari kembali masuk ke halaman sekolah.

Ferri Yaldi menambahkan, dengan wajah pucat Verly yang menunggu di gerbang tengah sekolah melaporkan kecurigaannya ke guru tata usaha. Namun saat dilihat kembali ke arah halte bus orang tak dikenal yang mengajaknya ke rumah sakit itu sudah menghilang.

Penyebutan ‘mama’ pada ibu nya membuat Verly curiga dan tidak percaya begitu saja sehingga membuat dia lolos dari upaya penculikan oleh orang tak dikenal.

Peristiwa ini membuat guru-guru dan pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan. Tanpa bermaksud menyebarkan keresahan Selvika Vijaya salah seorang pegawai tata usaha SD Negeri 09 Percontohan Bukittinggi langsung menyebarkan informasi kejadian ini lewat group WhatsApp  hingga menyebar di media sosial lain seperti Facebook.

Sementara itu meski viral di media sosial dan telah membuat orangtua murid resah kejadian pada Senin lalu ini hingga Jum’at pagi belum dilaporkan pihak sekolah ke polisi.

Pihak sekolah berharap dengan meningkatkan kewaspadaan dan megurangi keresahan pada murid guru-guru dan orangtua murid. Peristiwa penculikan tidak akan terjadi atau setidaknya dapat digagalkan.

Ketua Komite SD Negeri 02 Percontohan Alfian menyebutkan, belum ada kepastian apa motif pelaku yang disebutkan dalam pesan di media sosial, jika ada seorang Nenek-nenek memakai riasan yang mengajak pergi seorang siswa di sekolah tersebut.

“Belum tentu itu penculikan, kabar ini sangat meresahkan, bisa saja itu orang yang punya gangguan kejiwaan sehingga kabar yang menyebutkan hampir terjadi penculikan itu sama sekali belum bisa dibenarkan.

Menurut Alfian, bisa saja itu orang gila, tidak bisa dipastikan jika niat orang tersebut ingin menculik siswa seperti isu yang saat ini tengah berkembang.

“Saya ingin luruskan kejadian tersebut, kita tak bertemu orang itu jadi kita tak tahu,’’ tukasnya.

Kendati demikian, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan sehingga masyarakat tak perlu resah dengan kabar yang tak jelas kebenarannya.

“Komite, Majelis Guru, RT/RW, maupun masyarakat, jika menemukan hal-hal yang mencurugikan tentu bisa melakukan antisipasi dengan melapor ke pihak berwenang,” terangnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top