Sigap Polisi

Residivis Pengedar Narkoba Diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi

HaloBukittinggi : Sebulan bebas dari kurungan penjara, residivis kasus penyalahgunaan narkoba, HF, 38 tahun kembali diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi dengan kasus yang sama.

Informasi yang dihimpun di Mapolres Bukittinggi, Sabtu (25/3/2017), tersangka yang ditangkap saat menunggu calon pembeli itu sudah lama menjadi target polisi.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi AKP Efriandi Aziz, mengatakan, penangkapan tersangka HF saat petugas melakukan pengintaian dan meringkus pelaku yang sedang menunggu calon pembeli sambil duduk di atas sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BA 3723 LY, Rabu (22/3/2017), sekitar pukul 14.30 WIB, daerah jorong Galuang, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam.

“Tersangka HF baru satu bulan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Bukittinggi, namun ternyata dia kembali melakukan bisnis jual beli barang haram bernama narkoba,” jelasnya.

Efriandi Aziz menambahkan, tersangka HF ditangkap tanpa perlawanan, dan saat digeledah ditemukan barang bukti (BB) berupa satu paket diduga narkotika jenis shabu dengan berat 1,15 gram dan ekstasi (ineks) 0,86 gram, yang terbungkus plastik klip bening dalam kotak korek api warna kuning, dan tersimpan dalam box sepeda motor milik tersangka.

“Setelah tersangka diamankan, selanjutnya petugas langsung mencari saksi warga sekitar yang menyatakan bahwa dia telah melawan hukum dengan menyimpan narkoba jenis Sabu-sabu dan Pil ekstasi. Kemudian dihadapan saksi, tersangka mengakui bahwa narkoba itu adalah miliknya. Kemudian setelah itu tersangka dan barang bukti langsung kita amakan ke Polres Bukittinggi guna penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Menurut Efriandi Aziz, barang bukti sabu diakui milik tersangka yang rencananya akan dijual dengan harga Rp 1,5 juta kepada calon pembeli, namun sebelum sempat bertransaksi petugas langsung mengamankannya.

“Tersangka HF saat ini tengah menjalani pemeriksaan di bagian Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi. Tersangka dijerat pasal 114 Subs 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, yang masuk kategori menguasai, menggunakan, menjual atau mengedarkan narkotika bukan tanaman dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara,” jelasnya.

Disamping itu karena merupakan seorang residivis sambung Afriandi Aziz, tersangka HF juga diprasangkakan pasal 144, dengan ancaman ditambah sepertiga dari vonis awal. (Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top