Sigap Polisi

Polres Bukittinggi Amankan Delapan Terduga Preman

HaloBukittinggi : Optimalkan Operasi Bina Kusuma, Tim Operasional Polres Bukittinggi, Rabu (15/3/2017) sore menggelar razia preman dan petugas parkir liar yang dikhawatirkan memberikan efek negatif terhadap kenyamanan masyarakat yang berada di tempat-tempat umum.

Kepala Bagian Operasional Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai yang memimpin operasi, mengatakan, keberadaan preman dan petugas parkir liar sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, maka dari itu mereka perlu ditindak.

“Setelah apel di Mapolres Bukittinggi, tim gabungan operasional ini langsung turun ke lapangan, mencari target operasi yang sebelumnya telah tergambar oleh petugas lapangan,” tukasnya.

Hasil razia kali ini terang Albert Zai, diamankan 8 orang yang diduga terlibat aksi premanisme di seputaran Pasar Atas Bukittinggi, mereka langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kedelapan pria yang ditahan akibat Operasi Bina Kusuma pihak Kepolisian tersebut diamankan di Jalan Ahmad Yani Pasar Atas dan di depan salah satu pusat perbelanjaan Bukittinggi tanpa adanya perlawanan,” tukasnya.

Menurut Albert Zai, kedelapan pria yang diamankan itu, ada indikasi terlibat aksi premanisme, sehingga perbuatan mereka tidak dapat ditoleransi, termasuk terindikasi adanya petugas parkir dan petugas keamanan gadungan.

“Kita tengah dalami kedelapan orang tersebut. Namun, satu orang dilepaskan karena tak terbukti melakukan aksi-aksi preman, sementara tujuh orang lainnya diperiksa lebih lanjut, dan jika terbukti melakukan aksi premanisme akan ditahan dan diberikan pembinaan,” jelasnya.

‘’Polres Bukittinggi menargetkan dengan optimalnya Operasi Bina Kusuma itu, tidak ada lagi aksi premanisme yang merugikan masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Kota Bukittinggi,” ulasnya.

Albert Zai menambahkan, Operasi Bina Kusuma, akan dilaksanakan selama 14 hari, dimulai sejak Senin 13 Maret 2017 lalu, dengan tujuan untuk menekan aksi premanisme, tindak kekerasan, dan aksi kriminalitas lainnya yang merugikan masyarakat.

“Terduga premanisme ini sudah didata bagian Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, dan masuk data base, serta apabila nanti mereka terlibat aksi kriminal, Polres Bukittinggi tinggal mencocok kan data untuk pengungkapan kasu,” sambungnya. (DG)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top