Sigap Polisi

Terhitung Hari ini, Satlantas Polres Bukittinggi Terapkan Elektronik Tilang

Sepuluh orang pengendara sepeda motor roda dua, Senin (13/2/2017), terjaring razia perdana Elektronik Tilang yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi, yang digelar di halaman Mapolres setempat.

Dalam razia yang berlangsung singkat itu, petugas menghentikan seluruh pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, semua kendaraan diarah ke lapangan Mapolres diperiksa kelengkapan pengendara berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Pantaun di lokasi, pengguna jalan yang melewati mapolres terkejut ketika dihentikan dan arahkan petugas ke lapangan mapolres. Satu persatu surat-surat kendaraan diperiksa, bagi yang tidak lengkap di arah ke petugas E-Tilang.

Kaur Tilang Brigka Hari Satria Prasetio menjelaskan proses dan mekanisme penilangan lewat E-Tilang kepada pelanggar lalu lintas, dan dari sepuluh pengendara yang ditilang hingga sore tadi, tiga sepeda motor diamankan karena pengendara terbukti tidak membawa SIM dan STNK, sementara tiga pengendara lain diamankan SIM, dan empat pengendara diamankan STNK nya.

“Bagi bapak yang terkena tilang harap membayar denda tilangnya melalu ATM BRI. Setelah itu bapak kembali lagi ke sini untuk mengambil surat-surat yang ditahan petugas, sambil menyerahkan struk pembayaran sebagai bukti bahwa dendanya telah dibayar,” ujarnya.

Salah seorang pelanggar, yang enggan menyebutkan namanya mengakui tidak tahu adanya penerapan E-Tilang. Ia merasa terkejut ketika dihentikan petugas, setelah diperiksa tenyata ia tidak dapat menunjukkan STNK sepeda motornya.

“Sepeda motor ini saya pinjam dari teman, saya tidak tahu ternyata disini ada razia. Oleh petugas saya disuruh membayar denda tilang melalui BRI. Saya tidak tahu bagaimana caranya,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Sukur Hendri Saputra mengatakan, kegiatan ini merupakan razia perdana penerapan E-Tilang. Karena ini pertama kalinya diterapkan, masih banyak kendala yang harus disempurnakan oleh anggota, terutama untuk proses pembayaran denda tilang.

“Kendala yang kita hadapi saat ini adalah masalah ATM BRI di samping mapolres tidak berfungsi dengan baik karena mati lampu. Akibatnya pelanggar tidak dapat melakukan pembayaran. Selain itu, jaringan aplikasi E-Tilang masih belum lancar,” tukasnya.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Bukittinggi Dedi Kurnia menjelaskan, penerapan E-Tilang tersebut merupakan antisipasi adanya pungli sekaligus untuk memudahkan masyarakat ketika melakukan pelanggaran. Pelanggar tidak perlu mengikuti sidang di pengadilan cukup dengan mentransper sejumlah denda ke rekening BRI.

“Tadi pagi sebelum kita mengelar razia, salah seorang pelanggar berhasil kita ditilang dengan sistem E-Tilang dan tidak ada kendala,” tukasnya.

Dedi Kurnia mengaku, masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang E-Tilang namun kedepan petugas akan turun ke kanor dinas, instansi, dan masyarakat untuk mensosialisasikan E-Tilang tersebut. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top