Sigap Polisi

Tertangkap Konsumsi Sabu, Seorang ASN Kabupaten Agam Diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi

Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi mengamankan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), usai kedapatan membeli satu paket kecil sabu, seharga Rp 300 ribu.

Informasi yang dihimpun di Sat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi, ASN itu berinisial RFA (38), golongan II pada Dinas Perhubungan, pada Kamis 9 Februari 2017 kemarin.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi AKP. Efriandi Aziz, Jum’at (10/2/1017), mengatakan, RFA diamankan di rumah kontrakannya di RT 04/RW 02 Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

“Penangkapan RFA diawali dari adanya informasi masyarakat setempat yang sering melihat pelaku melakukan penyalahgunaan narkoba, dan pelaku ini ditangkap usai membeli sabu saat turun dari mobil di depan rumah kontrakan,” ujarnya.

Menurut Efriandi Aziz, pelaku bertugas di bagian KIR unit Gadut Kecamatan Tilatang Kabupaten Agam itu mengaku mengkonsumsi narkoba jenis shabu sejak tiga tahun lalu, dan dari paket kecil yang dibelinya itu dipakai selama dua hari, masuk kategori pecandu, dan sudah mengkonsumsi sejak tiga tahun lalu.

“Pelaku RFA telah diamankan dan sekarang berada di rumah tahanan Mapolres Bukittinggi, dan atas perbuatannya itu dikenakan undang-undang narkotika No.35 tahun 2009 pasal 112, 114, dan 127, serta hingga sekarang Sat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi masih melakukan penyidikan, terkait dengan statusnya itu urusan dengan Pemerintah Kabupaten Agam.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, ketika dihubungi  mengatakan, Penangkapan RFA (38), oknum ASN golongan II Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Agam, oleh Sat Res Narkoba Polres Bukittinggi membuat gempar kalangan ASN Pemkab Agam.

“Kasus itu akan dilaporkan secara pada Bupati Agam, dan hingga sore ini laporan resmi nya belum diterima Pemda Agam, karena baru mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Perhubungan, dan diminta untuk segera menindaklanjuti nya pada Polres Bukittinggi untuk menanyakan kebenaran informasi itu,” jelasnya.

“Apabila RFA memang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba, Pemda Agam akan menyerahkan prosesnya sesuai peraturan yang berlaku, dan juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS),” jelasnya.

Menurut Martias Wanto, Pemda Agam tidak akan memberikan toleransi bagi pegawai yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba, karena Pemda Agam komit melakukan pemberantasan, yang juga telah ditindaklanjuti dengan mengadakan sosialisasi dan mengadakan tes urine melalui kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh.

“Berdasarkan informasi RFA merupakan ASN pindahan dari Pemerintah Kota Payakumbuh, paling lama dinas di Kabupaten Agam selama dua tahun, dan yang bersangkutan juga akan diberikan sanksi kepegawaian, disamping proses hukum yang sedang berjalan,” tukasnya.

Martias Wanto menghimbau kepada seluruh ASN di jajaran Pemda Agam, untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, karena ini masuk kategori kejahatan yang dapat merusak diri pribadi dan orang-orang di sekeliling kita, dan bagi yang kedapatan Pemda Agam tidak akan melakukan pembelaan. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top