Ruang Publik

Gunakan Seragam Preman, Dinas Satpol PP Bukittinggi Berhasil Tertibkan Warung Kelambu

HaloBukittinggi : Sejumlah warung kelambu (warkel) yang masih nekat menggelar barang dagangan di bulan Ramadhan, Minggu (4/6/2017), kembali ditertibkan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Bukittinggi.

Razia yang dilaksanakan hari ini berlangsung di kawasan Terminal Simpang Aur, Kabun Pulasan, dan Mansingin, yang berdasarkan informasi dilapangan, masih ada masyarakat yang sengaja berjualan makanan dan minuman di siang hari.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi, Syafnir, mengatakan, ada lima target operasi penertiban dan penindakan terhadap warung kelambu yang dilakukan, namun yang berhasil di tertibkan hanya dua, karena terbukti melanggar Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2015 tentang Trantibum.

“Untuk di kawasan Terminal Simpang Aur, pedagang berjualan di area loket setelah sebelumnya dilakukan pengintaian dan mendapat laporan adanya pedagang yang masih berjualan makanan, dan untuk di kawasan di Kabun Pulasan tim menyamar dengan berpakaian preman, dan berpura-pura membeli makanan dan benar di lokasi di jumpai sedang adanya aktivitas makan dan minum,” ujarnya.

Selanjutnya tambah Syafnir, tim langsung melakukan penertiban dengan mengamankan barang bukti berupa nasi dan lauk pauk yang ada di kedua lokasi untuk di bawa ke markas Satpol PP guna mengikuti proses pendataan.

“Saat dilakukan penertiban dengan pedagang sempat terjadi aksi adu mulut dengan pedagang di terminal Simpang Aur, dimana pedagang tidak mau daganganya di bawa, meski demikian barangan dagangannya tetap dibawa karena terbukti telah melanggar aturan yang ada,” terangnya.

Disamping itu, ditengah jalan mobil Dalmas Dinas Satpol PP dihadang oleh dua orang pedagang yang memakai sepeda motor, yang kemudian satu orang diantaranya naik ke Dalmas untuk merebut dan membuang sebagian barang bukti (BB).

“Pedagang berdalih tidak terima ditertibkan, karena alasan berjualan untuk musafir dan tidak buka lapak, hanya asongan dan tidak adil kenapa hanya mereka yang ditindak, padahal semua yang ditindak berhasil diketahui telah melanggar aturan,” jelasnya.

Karena hal demikian tukas Syafnir, terbukti telah melanggar Perda tentang ketertiban dan keamanan masyarakat (Tratibum) sesuai Perda no 3 tahun 2015 maka pedagang yang ingin mengambil barang dagangannya kembali akan di kenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 500 ribu rupiah.

Selama Bulan suci Ramadhan 1438 hijriah Satpol PP Bukittinggi setidaknya telah menertibkan 17 warung kelambu yang masih berjualan makanan dan minuman di siang hari dan untuk selanjutnya tim akan terus melakukan penertiban yang di anggap melanggar peraturan daerah yang mengakibatkan menganggu kenyamanan masyarakat.

“Tim akan terus melakukan razia dan penertiban selama Ramadhan sehingga Perda dapat di tegakkan, dan memberikan efek jera pada para pelaku, serta bagi Dinas Satpol PP tidak ada hari liburnya untuk tetap melakukan razia dan penertiban tersebut, karena kenyaman itu sendiri tidak lain hanya untuk kepentingan masyarakat juga,” terang Syafnir. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top