Ruang Publik

Alat Pemantau Milik PGA Marapi Dicuri Orang Tak Dikenal

HaloBukittinggi : Input data di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Sumatera Barat, yang terletak di Pasanehan, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam sedikit mengalami gangguan, setelah dua unit aki kering dengan kekuatan 70 Ampere, merek Yuasa, dicuri oleh orang tak dikenal.

Informasi yang dihimpun RRI di Pos PGA Marapi, Minggu (4/6/2017), data seismik di Pos PGA Marapi yang berlokasi di Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi, hari ini terputus, padahal dalam situasi terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Api Marapi.

Petugas Pos PGA Marapi, Hartanto Prawiro, menjelaskan, aki kering ini hilang pada Senin 29 Mei 2017 lalu, sekitar pukul 11.30 WIB, akibatnya hingga hari ini data seismik dari Stasiun pengamatan di Nagari Lasi yang biasanya langsung terhubung ke dalam komputer di Pos PGA terputus.

“Kondisinya aki itu berada dalam box stasiun yang telah digembok, dan diluarnya juga dipasang imbauan dengan tulisan ‘Alat Pemantau Gunung Api Marapi, Jangan Diganggu’ namun masyarakat yang tidak bertanggungjawab malah mengambil alat yang sangat penting itu,” jelasnya.

Menurut Hartanto Prawiro, padahal lokasi pemasangan aki itu berada dalam hutan, jauh dari permukiman dan perkebunan warga, tepatnya pada ketinggian 1.482 meter di atas permukaan laut dan jauh dari pemukiman warga, namun saat luput dari pengawasan alat ini hilang.

“Hilangnya alat seismik di kawasan Nagari Lasi ini bukan pertama kalinya, malahan sudah terjadi tiga kali, pada tahun 2008 dan tahun 2012 yang lalu kejadian hilangnya aki ini juga terjadi, diambil orang tak bertanggungjawab,” ulasnya.

Hartanto Prawiro menambahkan, Stasiun Lasi merupakan salah satu dari sembilan Stasiun Pengamatan Gunung Api Marapi. Dengan terputusnya data seismik Stasiun Lasi, maka data catatan seismik pendukung jadi berkurang, apalagi saat ini kondisinya sangat dibutuhkan.

“Kejadian hilangnya aki ini sudah dilaporkan ke Polsek IV Angkat Canduang. Kondisinya sebelum dicuri aktif. Awal kejadian kita ketahui saat sinyal data sesmik pos pengamatan data Gunung Api Marapi itu tiba-tiba terputus,” terangnya.

Saat di cek ke lokasi sambung Hartanto Prawiro, pintu bekas dibongkar paksa, dan saat dicek ternyata dua unit accu 70 ampere sudah tidak ada. Kejadian ini tentu saja berpengaruh pada aktivitas pemantauan terhadap Gunung Api Marapi yang aktif.

“Akibat kejadian itu, pos pemantau Gunung Api Marapi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta rupiah,” ujarnya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top