Ruang Publik

Wako Bukittinggi Ingatkan Pengurus Masjid dan Mushalla, Tidak Tersangkut Permasalahan Dana Hibah

HaloBukittinggi : Bantuan yang bakal digulirkan Pemko Bukittinggi untuk pembangunan Masjid dan Mushalla hendaklah dapat digunakan dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Pengelolaan bantuan hibah itu diharapkan juga sesuai aturan, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

 “Kita tak ingin pengurus dapat masalah setelah penerimaan dana itu nantinya, apalagi tersangkut persoalan hukum,” tegas Walikota Ramlan Nurmatias, Jum’at (2/6/2017).

Menurut M. Ramlan Nurmatias, pengelolaan bantuan hibah yang nilainya cukup besar itu haruslah didukung administrasi yang baik. Proposalnya mesti jelas, sehingga terinci penggunaannya. Karena ada proposal, tentu pertanggungjawabannya nanti juga mesti mengacu aturan.

“Pemko Bukittinggi tahun ini mengalokasikan sekitar Rp 4,2 miliar melalui APBD untuk pembangunan dan perbaikan masjid dan mushalla yang tersebar pada 24 kelurahan. Dari data saat ini di kota tiga kecamatan itu terdapat sebanyak 45 masjid dan 105 mushalla. Dari alokasi dana hibah tersebut, masing-masing masjid nantinya mendapat pada kisaran Rp 25 juta hingga Rp 150 juta. Sedangkan mushala berkisar Rp 10 hingga Rp 25 juta,” jelasnya.

Di sisi lain, M. Ramlan Nurmatias mengakui pengetahuan pengurus masjid dan mushalla banyak yang terbatas dalam masalah keuangan. Karena itulah, untuk mengantisipasinya pihaknya mengimbau pengurus agar memberdayakan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemko Bukittinggi yang domisili di sekitar masjid dan mushalla.

“Silahkan berdayakan ASN untuk membantu administrasi pengelolaan dana hibah itu,” ulasnya.

Sosialisasi teknis pencairan hibah bantuan masjid dan mushalla 2017 disampaikan Kepala Badan Keuangan, Herriman. Bantuan tersebut disampaikan pengurus melalui proposal. Fokusnya dimanfaatkan dalam bentuk pisik, namun ada juga yang non pisik. Karena itulah lanjut Herriman, proposal tersebut juga melalui verifikasi kelayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, terutama dari aspek teknisnya.

“Intinya,pemanfaatan dana hibah ini ada proposal dan pasti ada pula pertanggungjawabannya,” tukasnya.

Namun, pihaknya menurut Herriman juga pasti membantu kelancaran administrasi penggunaan dana hibah tersebut, antara lain dengan membuka klinik di Badan Keuangan jalan Sudirman bagi pengurus masjid dan mushalla yang ingin konsultasi. Selain Badan Keuangan, klinik juga dibuka pada Bagian Kesra balaikota.

“Silahkan pengurus manfaatkan klinik untuk konsultasi masalah administrasi dana hibah tersebut nantinya,” imbuhnya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top