Ruang Publik

Pembebasan Aset, PT KAI di Bukittinggi Layangkan SP Pertama

HaloBukittinggi : Terkait rencana mengaktifkan kembali jalur Kereta Api oleh Kementrian Perhubungan, khususnya di Kota Bukittinggi PT KAI Divisi Regional (Divre) Sumatera Barat telah menerima sejumlah rekomendasi dari DPRD Bukittinggi.

Kepala PT KAI Divre II Sumbar, Sulthon, mengatakan, rekomendasi dari DPRD Bukittinggi tentang pengunduran waktu pembongkaran bangunan yang berada diatas rel Kereta Api ini, akan disampaikan pada pemangku kepentingan yang lebih tinggi agar dapat dipertimbangkan.

“Kami sepakat dengan saran yang disampaikan DPRD Bukittinggi agar nanti tidak timbul masalah di masyarakat. Dalam hal ini PT KAI Divre II Sumbar berperan melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat, dan rekomendasi dari DPRD Bukittinggi akan disampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya, Rabu (17/5/2017).

Menurut Sulthon, kondisi sementara yang diterima dari kantor pusat, dari nota kesepahaman (MoU) antara PT Patrajasa anak Perusahaan Pertamina, diharapkan pada tanggal 1 Agustus 2017 mendatang, masyarakat yang tinggal di seputaran jalur Kereta Api sudah mengosongkan lahannya, dan PT KAI juga telah melayangkan Surat Peringatan pertama (SP1) pada Senin 15 Mei 2017 lalu.

“Sebelumnya terkait pengosongan lahan atau pembebasan aset itu, sebelumnya pada 5 Mei 2017 lalu, PT KAI Divre Sumbar telah melakukan sosialisasi pertama, dan dalam kesempatan tersebut warga penyewa lahan menyampaikan harapan agar dilakukan perpanjangan tenggat waktu pengosongan dari semulai tiga bulan menjadi satu tahun,” jelasnya.

Sulthon menambahkan, untuk pengosongan lahan itu PT KAI tidak memberikan biaya ganti rugi pada masyarakat yang memanfaatkan aset atau lahan, namun hanya berupa biaya bongkar, sesuai Surat Keputusan direksi disesuaikan antara bangunan permanen, dengan non permanen.

“Jadwal dan waktu pembongkaran itu tergantung dari kantor pusat, karena dalam hal ini memang ada klausul perjanjian sewa menyewa aset antara masyarakat dengan PT KAI, namun dalam aturannya saat PT KAI membutuhkan lahan, minimal dua bulan sebelum pelaksanaan penggunaan masyarakat sudah diberi tau, perhitungan biaya sewa akan dikembalikan, ditambah biaya bongkar.

Sementara itu terkait bangunan cagar budaya (heritage) Stasiun Kereta Api di Bukittinggi sambung Sulthon, bangunan nya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, dan besar kemungkinan akan dipertahankan, sehingga tidak melanggar undang-undang.

“Sedangkan untuk Masjid Mubarak yang berada disamping Stasiun Kereta Api, akan direnovasi menjadi bangunan yang lebih baik, mengingat saat pembangunan tanpa izin PT KAI, namun karena ini sarana ibadah akan dijaga dan diperbaiki, serta fungsinya pun tidak akan diganggu,” terangnya.

Sebelumnya DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan sejumlah rekomendasi pada PT KAI Divre II Sumbar, terkait pembebasan aset yang kini disewa warga setempat untuk menghidupkan kembali jalur kereta di provinsi itu.

Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman, mengatakan, rekomendasi yang diberikan sekaitan dengan harapan warga penyewa lahan pada PT KAI sebelum mengosongkan aset yang berada di Jalan M Syafei.

“Pemko Bukittinggi dan DPRD sepenuhnya mendukung reaktivasi jalur kereta api, namun ada beberapa harapan yang warga sampaikan seperti tenggat waktu pengosongan lahan yang disampaikan pada DPRD beberapa waktu lalu, yang meminta agar PT KAI menunda waktu pengosongan lahan yang telah diputuskan pada 1 Agustus 2017 nanti,” ulasnya.

Menurut Rusdy Nurman, pertimbangannya kondisi warga yang akan memasuki Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1438 Hijriah, memasuki tahun ajaran baru dan kondisi sosiali ekonomi warga penyewa lahan yang termasuk golongan ekonomi lemah.

“Pihak DPRD Bukittinggi juga menyarankan agar PT KAI menyosialisasikan kembali alasan pembebasan aset karena informasi yang beredar di warga penyewa, pembebasan aset tidak hanya untuk reaktivasi jalur kereta namun juga pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel,” tukasnya. (Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top