Ruang Publik

Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Tegaskan Tidak Pernah Berikan Suap Pada Wali Kota

HaloBukittinggi : Kasus isu sogok sebesar Rp 320 juta yang diarahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Yandra Ferry melalui SMS dari Orang Tidak Dikenal pada Wali Kota M. Ramlan Nurmatias, saat berlangsungnya lelang jabatan pemilihan Kepala Dinas beberapa waktu lalu, dibantah secara tegas oleh yang bersangkutan.

Menurut pengakuan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Yandra Ferry, isu yang beredar itu tidak benar adanya, karena lelang jabatan yang dilaksanakan Pemko Bukittinggi berlangsung secara profesional, tidak ada yang namanya memberikan uang atau tips bersifat sogokan untuk memperlancar keinginan menjadi kepala dinas.

“Isu itu hanya fitnah dari orang tidak bertanggungjawab, mungkin ada perasaan tidak senang dengan keikutsertaan saya dalam lelang jabatan, karena seluruhnya dilalui sesuai aturan dan prosedur berlaku, serta lolosnya saya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, itu dari hasil pemilaian murni oleh tim seleksi,” tukasnya, Rabu (17/5/2017).

Yandra Ferry menyatakan, tidak pernah memberikan apapun kepada Wali Kota atau kepada siapapun. Lelang jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan ini dilaksanakan Pemko Bukittinggi secara terbuka, setiap Aparatur Sipil Negera (ASN) di Provinsi Sumatera Barat berhak mengikuti, dan dari hasil lelang didapatkan nilai yang maksimal, sehingga ditunjuk Wali Kota Bukittinggi menempati jabatan itu.

“Saya sebelumnya menjadi kepala dinas juga di Kabupaten Padang Pariaman. Mendengar ada peluang di Bukittinggi, saya coba untuk ikut dan Alhamdulillah lolos sesuai aturan lelang yang berlaku,” terangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menerima pesan singkat atau Short Message Service (SMS) melalui handphone yang berisikan pencemaran nama baik, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, Senin (15/5/2017) sore melaporkan kejadian itu ke Central Pelayanan Kepolisian Polresta Bukittinggi.

“Saya datang ke Polres Bukittinggi untuk membuat laporan terkait dengan pencemaran nama baik saya melalui SMS yang dikirim oleh orang tidak dikenal. SMS itu saya terima tiga kali dari tiga nomor yang berbeda, dimana isi dari sms itu sudah keterlaluan dan dianggap sudah melanggar hak individu. Oleh karena itu saya melaporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik, fitnah dan tidak berdasarkan fakta,” ujarnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, pada awal bulan kemarin ia mendapat pesan singkat pertama dari salah satu nomor orang tidak dikenal. Dalam pesan singkat yang diterimanya itu ia dituding telah menerima uang sebesar Rp 320 juta untuk pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi yang baru, Yandra Feri.

“Kemudian dalam pesan singkat kedua yang diterima Walikota mengatakan, bahwa dirinya telah salah mengangkat Kepala Dinas yang bersangkutan, kerena yang bersangkutan adalah seorang pemabuk dan penjudi yang tidak pantas diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan,” terangnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top