Ruang Publik

Tapir Titipan BKSDA Pasaman Mati di Kebun Binatang Bukittinggi

HaloBukittinggi : Upaya perawatan maksimal yang dilakukan tim dokter di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi terhadap seekor tapir betina titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman akhirnya sirna, setelah Tapir yang mengalami infeksi parah pada kaki depan sebelah kiri ini mati.

Kepala Bidang TMSBK, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Ikbal, Selasa (9/5/2017), mengatakan, Tapir ini mati pada Selasa 2 Mei 2017 lalu, dan siang tadi telah dilaporkan secara resmi pada BKSDA Sumatera Barat, yang diteruskan pada BKSDA Pasaman, sebagai pihak terakhir yang menitipkan Tapir yang bernama latin Tapirus Indicus ini ke TMSBK Bukittinggi.

“Tapir yang terluka akibat perangkap babi milik masyarakat ini mengalami luka yang cukup parah, dan kakinya juga patah, jadi cukup sulit melakukan pengobatan, walaupun tim dokter bersama petugas kandang telah melakukan perawatan secara maksimal, namun nyawa Tapir ini tidak tertolong,” terangnya.

Ikbal menambahkan, Tapir ini sebelumnya terkena perangkap masyarakat di hutan kawasan Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, pada Minggu (23/4/2017) lalu, dan diantarkan ke TMSBK Bukittinggi pada Selasa (25/4/2017), setelah dua minggu dirawat akhirnya tidak dapat diselamatkan.

“Tapir merupakan satwa yang langka, sebelumnya TMSBK Bukittinggi sangat berharap dapat menyembuhkan luka Tapir betina yang diperkirakan berusia 1,5 tahun dan dengan bobot 150 Kilogram ini, karena dikandang juga ada seekor Tapir jenis kelamin jantan, yang direncanakan akan dipasangkan dengan Tapir asal Pasaman Barat itu, namun upaya itu akhirnya tidak terwujud,” jelasnya.

Menurut Ikbal, Tapir merupakan satwa yang butuh perhatian khusus, apalagi saat mengalami luka yang cukup serius, proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lama, dan dengan kematian Tapir ini sejumlah petugas sempat panik, dan setelah itu diberikan motivasi lagi, setelah usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort Pasaman Edi Candra, mengatakan, Tapir itu mengalami infeksi yang cukup parah pada bagian kaki, setelah ditemukan warga dalam perangkap, dan dibawa ke TMSBK karena tidak ada pengobatan yang layak di BKSDA Pasaman, dan apabila dibiarkan dikhawatirkan lukanya semakin parah.

Edi Candra menambahkan, saat ditemukan, tapir nahas ini telah masuk dalam perangkap yang dipasang warga untuk menangkap babi. Kejadian itu membuat warga melaporkannya ke kantor BKSDA Pasaman.

Setelah berhasil dievakuasi sambung Edi Candra, BKSDA Pasaman tak bisa melepaskannya ke alam liar, disebabkan luka kaki bekas jeratannya cukup parah. Atas dasar itu, BKSDA terpaksa menitipkan satwa itu ke TMSBK Bukittinggi untuk dirawat hingga pulih. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top