Ruang Publik

DPRD Bukittinggi Minta Pemko Revitalisasi Drainase Untuk Antisipasi Banjir

HaloBukittinggi : Terkait permasalahan banjir yang melanda puluhan rumah di Bukittinggi dalam dua hari belakangan ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi meminta Pemerintah Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, untuk segera melakukan kajian terhadap drainase yang menjadi penyebab utama banjir.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Bukittinggi, Fauzan Havis, Selasa (2/5/2017), menurutnya, kondisi drainase yang ada saat ini pada umumnya membutuhkan perbaikan, karena saat intensitas hujan tinggi tidak dapat lagi menampung tingginya genangan air.

“Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang diminta melakukan pendataan ulang drainase, kemudian di maping agar lebih mudah untuk melakukan perbaikan. Jika tidak segera dilakukan permasalahan banjir akan terus terjadi,” terangnya.

Menurut Fauzan Havis, baik drainase maupun bandar kali yang ada saat ini telah banyak mengalami pendangkalan akibat sampah maupun materi lumpur yang sudah menumpuk.

“Pihak DPRD sudah banyak menerima keluhan masyarakat terkait soal banjir belakangan ini. Untuk itu Rabu 3 Mei 2017 besok, DPRD akan melakukan rapat dengan mitra kerja guna membahas persoalan ini,” ujarnya.

Sementara itu, akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (1/5/2017) sore hingga Selasa (2/5/2017) malam, menyebabkan drainase dan bandar kali yang ada di Bukittinggi meluap. Akibatnya, beberapa titik yang ada di Bukittinggi digenangi air. Parahnya, genangan air tersebut menyebabkan efek yang tidak sedikit terhadap warga.

Puluhan rumah warga yang ada di kawasan Pulai Anak Air tergenang, puluhan Kepala Keluarga terpaksa mengungsi untuk menghindari luapan air yang tingginya hampir 1,5 meter.

Sementara itu, selain kawasan Pulai Anak Air, beberapa kawasan juga mengalami hal serupa. Sebut saja, kawasan Jambu Air kedalaman air hingga 20 cm. Tak hanya disitu saja, hampir semua kawasan Kota Bukittinggi megalami hal serupa. Gurun Panjang, Simpang Tarok, Simpang Tembok, Simpang Kapela, Tangah Jua, Tigo Baleh, Bypass, bawah Flyover, Gulai Bancah, Gon Raya, serta beberapa titik lainnya juga tergenang luapan air yang masuk kedalam rumah warga.

Akibat kejadian tersebut, 68 KK di Pulai anak Air terpaksa tidak bisa tidur nyenyak karena harus mengungsi, sementara di beberapa titik lainnya, warga terpaksa berjaga-jaga dan mebersihkan rumah hingga pagi hari akibat luapan air. Kondisi tersebut, disebut-sebut warga banjir paling parah karena menimpa hampir seluruh wilayah Kota Bukittinggi.

Kepala BPBD Bukittinggi Musmulyadi mengungkapkan jika pihaknya hingga sore kemarin masih mendata kerugian akibat kejadian tersebut. Bahkan pada malam kejadian, hampir seluruh petugas diturunkan kelokasi untuk membantu warga.

“Jadi mulai dari BPBD, Damkar, Dinas Sosial, Dinas PU, PMI dan instansi lainnya turun kelokasi malam itu, kita masih lakukan pendataan. Namun, intinya, kejadian ini disebabkan oleh drainase dan bandar yang meluap, selain karena intensitas hujan yang deras dan tinggi juga disebabkan oleh sampah yang banyak didalam aliran drainase,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bukittinggi, Oktavianus, membenarkan jika penyebab utama banjir yang melanda Bukittinggi disebabkan oleh drainase yang tersumbat.

“Kita tengah melakukan pendataan titik-titik rawan drainase penyebab banjir, nantinya akan kita lakukan pemetaan untuk dilakukan perbaikan ataupun revitalisasi. Jika tidak begitu, kasihan kita warga selalu menjadi korban. Yang jelas kita akan usahakan untuk melakukan perbaikan,” terangnya.

Oktavianus meminta untuk antisipasi awal, agar warga tidak membuang sampah kedalam aliran drainase, yang dapat menyebabkan aliran tersumbat.

“Mari kita sama-sama menjaga, apalagi saat ini tengah gencarnya musim hujan, kita tidak inginkan ada kejadian yang lebih parah,” tukasnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top