Ruang Publik

TMSBK Bukittinggi Rawat Intensif Seekor Tapir yang Terluka dari Pasaman Barat

HaloBukittinggi : Seekor Tapir betina yang mengalami luka berat pada bagian kaki depan sebelah kiri akibat terkena jeratan perangkap Babi yang dipasang masyarakat di kawasan Kabupaten Pasaman Barat, saat ini dirawat intensif di lembaga konservasi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort Pasaman Edi Candra, mengatakan, Tapir ini terkena jerat pada Minggu (23/4/2017) lalu, dan diantarkan ke TMSBK Bukittinggi pada Selasa (25/4/2017) sekitar pukul 19.30 WIB, dalam kondisi kaki yang berdarah.

“Tapir itu mengalami infeksi yang cukup parah pada bagian kaki, setelah ditemukan warga dalam perangkap, dan dibawa ke TMSBK karena tidak ada pengobatan yang layak di BKSDA Pasaman, dan apabila dibiarkan dikhawatirkan lukanya semakin parah,” jelasnya, Sabtu (29/4/2017).

Edi Candra menambahkan, Tapir ini diperkirakan berusia sekitar 1 tahun, dengan bobot 150 Kg, ditemukan oleh warga dalam hutan, tak jauh dari wilayah Tonang Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

“Saat ditemukan, tapir nahas ini telah masuk dalam perangkap yang dipasang warga untuk menangkap babi. Kejadian itu membuat warga melaporkannya ke kantor BKSDA Pasaman,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi sambung Edi Candra, BKSDA Pasaman tak bisa melepaskannya ke alam liar, disebabkan luka kaki bekas jeratannya cukup parah. Atas dasar itu, BKSDA terpaksa menitipkan satwa itu ke TMSBK Bukittinggi untuk dirawat hingga pulih.

Sementara itu Kepala Bidang TMSBK Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi Ikbal membenarkan adanya Tapir yang dititipkan oleh BKSDA Pasaman ke TMSBK Bukittinggi.

“Saat dititipkan kondisi Tapir itu sedang terluka pada kaki sebelah kiri akibat tejerat perangkap Babi, hewan itu langsung ditangani oleh dua orang dokter hewan TMSBK Bukittinggi serta memberinya obat untuk menyembuhkan luka di kaki nya,” tukas Ikbal.

Ikbal menambahkan, Tapir ini akan dirawat dokter hewan hingga pulih, dan setelah itu akan dilakukan koordinasi dengan BKSDA Pasaman, apakah akan dilepaskan kembali ke habitatnya atau menjadi satwa peliharaan di TMSBK Bukittinggi.

Pantauan di TMSBK Bukittinggi, Tapir betina itu kondisinya sudah mulai membaik meskipun demikian pihak dokter di TMSBK Bukittinggi terus memantau perkembangan kondisi binatang tersebut. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top