Ruang Publik

Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi Optimalkan Program Upsus Siwab

HaloBukittinggi : Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi pada tahun 2017 ini, terapkan upaya khusus untuk percepatan peningkatan populasi Sapi potong dan Kerbau, melalui program nasional Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus-Siwab) di tiga Kecamatan, melalui Inseminasi Buatan (IB) pada sapi dan kerbau indukan yang telah diseleksi.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi Ahmad Fauzi  menjelaskan, upaya percepatan populasi itu diintensifkan untuk meningkatkan populasi dan reproduksi ternak, yang mencakup program inseminasi buatan dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka).

“Demi suksesnya program ini para peternak diharapkan  tidak lagi menjual sapi dan kerbau betina yang masih produktif, sehingga swasembada pangan yang berorientasi pada protein hewani dapat terwujud, dan diharapkan dengan cara ini tercapainya target swasembada daging di Kota Bukittinggi,” ujarnya, Rabu (26/4/2017).

Ahmad Fauzi menambahkan, secara nasional target inseminasi buatan tahun 2017 sebanyak 4 juta ekor dan target bunting 3 juta ekor, di tingkat Provinsi Sumatera Barat target inseminasi buatan 10.132 ekor dan target bunting 6.890 ekor. Sementara target inseminasi buatan di Kota Bukittinggi 65 ekor dan target bunting 50 ekor.

“Data target inseminasi buatan ini, pemeriksaan kebuntingan dilakukan setelah satu bulan diberikan pada ternak sapi potong, dan dalam upaya khusus sapi indukan sapi wajib bunting ini seluruh kebutuhan difasilitasi pemerintah atau diberikan secara gratis pada ternak sapi dan kerbau masyarakat,” ulasnya.

Untuk kelancaran program Upsus Siwab ini sambung Ahmad Fauzi, Dinas Pertanian dan Pangan melibatkan dokter hewan di Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), dengan personil yang ada dilakukan pemeriksaan terhadap ternak masyarakat, dengan sistem door to door atau dari kandang ke kandang, petugas mencek kondisi apakah ternak itu masih sehat status reproduksinya atau tidak.

“Bagi ternak masyarakat yang status produksinya masuk kategori tidak baik, akan dilakukan pengobatan, sementara bagi kondisi ternak yang baik menunggu masa birahi akan diberikan inseminasi buatan dengan istilah kawin suntik,” terangnya.

Proses pemberian inseminasi buatan itu, sebelumnya juga telah ditindaklanjuti dengan surat edaran Wali Kota Bukittinggi yang diberikan pada seluruh peternak, karena ini merupakan program pemerintah pusat yang wajib disukseskan.

Menurut Ahmad Fauzi, untuk sentra peternakan sapi di Kelurahan Puhun Pintu Kabun dan Kelurahan Kubu Gulai Bancah, dan untuk target dalam program Upsus Siwab ini Pemko Bukittinggi hanya menargetkan dapat membantu realisasi target Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, karena dilihat dari segi populasi terhitung sedikit dari Kota dan Kabupaten Lainnya.

“Dinas Pertanian dan Pangan dalam hal ini bersifat menjebatani program yang dijalankan pemerintah pusat, sehingga juga dapat diterapkan untuk membantu para petani peternak sapi dan kerbau. Maka dari itu diimbau kepada petani peternak untuk senantiasa mencintai program pengembangan populasi ternak, dan untuk menyukseskan nya diberikan bantuan pakan ternak dan pengecekan kesehatan secara rutin,” jelasnya. (Dipra)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top