Ruang Publik

Singa Afrika Icon Baru Kebun Binatang Bukittinggi

HaloBukittinggi : Sejak dilepaskan ke kandang utamanya pada Selasa18 April 2017 lalu, tiga ekor Singa Afrika yang dihibahkan oleh pihak Bali Zoo atau Kebun Binatang di Gianyar, Provinsi Bali, kini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukitttinggi.

Tiga ekor Singa Afrika yang masing-masingnya dua ekor betina berusia empat tahun dan satu ekor jantan berusia enam tahun ini, tampak menjadi idola baru di salah satu dari empat Lembaga Konservasi di Sumatera Barat itu, dari informasi dilapangan hampir setiap wisatawan melihat gerak-gerik ketiga ekor Singa ini dikandangnya.

Kepala Bidang TMSBK, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Ikbal, Rabu (26/4/2017), mengatakan, keberadaan Singa memang sudah lama dirindukan wisatawan, karena terakhir kali ada pada tahun 2007 lalu, dua ekor Singa yang dihibahkan oleh Kebun Binatang Surabaya, berarti sudah satu dasawarsa yang lalu ada hewan Singa yang dapat disaksikan pengunjung.

“Tiga ekor Singa Afrika yang dibawa dalam enam hari perjalanan darat dari tanggal 11 hingga 14 April 2017 lalu itu, saat ini kondisinya sehat, sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya, sambil bercengkarama di dalam kandang yang sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti habitat awalnya di Bali Zoo,” ujarnya.

Ikbal mengaku, memang sejak kehadiran Singa Afrika ini banyak pengunjung dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara yang datang, dan untuk kepuasan mereka, kandang Singa ini juga dilengkapi dengan katrol yang menyambungkan seutas tali besar diatas kandang terbuka, yang difungsikan untuk memberi makan Singa.

“Pengunjung nantinya juga dapat memberi makanan langsung, karena saat katrol digerakkan, tali yang menghubungkan kedua ujung kandang akan bergerak, makanan yang digantungkan melalui tali, nantinya akan dapat dijangkau oleh Singa Afrika ini, karena ditengah kandang sudah diletakkan sebatang kayu, yang dilengkapi dengan lilitan tali besar, dan pada saat daging berada diatas kayu ini, Singa akan memanjat kayu dan menjangkau makanan yang diberikan,” tukasnya.

Ikbal menambahkan, pemberian makanan singa melalui cara ini dikandangnya merupakan hal yang baru, mengadopsi dari habitat lamanya di Bali Zoo, dan keunikan seperti ini tentunya akan menambah penasaran para pengunjung, karena dapat memberi makanan pada Singa secara langsung.

“Dengan bertambahnya satwa tiga ekor Singa Afrika ini, pihak TMSBK berharap dapat meningkatkan fungsi konservasi, fungsi edukasi, serta penelitian, dan dilihat dari sisi rekreasi tentu akan berdampak positif dengan meningkatkan kunjungan wisatawan, yang berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi karcis masuk ke objek wisata,” jelasnya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top