Ruang Publik

Pemakaman Korban Perampokan di Bukittinggi Diiringi Tangisan Keluarga dan Dihadiri Ratusan Pelayat

HaloBukittinggi : Fadly A, 26 tahun seorang pemuda yang tewas saat berusaha menghentikan aksi perampokan kalung seharga 17 emas milik ibunya Rosna Juwita (69), pada Jum’at (21/4/2017), telah dimakamkan pihak keluarga.

Kematian pemuda yang dikenal ramah dan akrab dengan masyarakat di RT2 RW3 Kelurahan Puhun Pintu Kabun Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi ini membawa duka yang mendalam pada keluarga.

Ratusan orang termasuk karib kerabat, teman sejawat, warga setempat serta perwakilan tempat dia bekerja dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, terlihat ikut menghantarkan sang pemuda ketempat terakhirnya di pandam pakuburan milik keluarga di kawasan Palolok

Suasana haru yang diiringi hujan deras siang tadi, terpantau sejumlah pelayat yang sebelumnya ikut menghantarkan jasad Fadly kekuburan masih enggan beranjak dari rumah duka. Bahkan, masih banyak pelayat yang berdatangan ke rumah korban.

Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis (20/4/2017) kemaren malam saat ba’da Magrib. Dari bisik-bisik pelayat akhirnya terkuak, jika Fadly meninggal dunia saat berusaha membela sang ibu. Fadly tewas ditangan perampok yang berhasil membawa lari kalung emas sang ibu yang sebelumnya direnggut paksa oleh perampok yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian Bukittinggi.

Cerita mengharukan dituturkan Hafiza (25), sang adik dari Fadly yang baru saja melangsungkan pernikahannya pada Minggu 16 April 2017 lalu, maka dari itu mendiang Fadly sengja mengambil cuti liburan dari kerjaannya untuk menghadiri pesta pernikahan.

“Jadi dia minta cuti selama sepekan, Jadi dia dari Mentawai pada Jumat (14/4/2017), dan berencana akan balik lagi ke Kabupaten Mentawai pada Minggu (23/4/2017) lusa,” ujarnya sedih.

Menurut Hafiza, tanda-tanda kepergian kakaknya itu sudah terlihat sejak dia akan pulang dari Kabupaten Mentawai pekan lalu. Saat itu kakak membawa semua pakaian dan barang-barangnya. Atasannya sempat bertanya, kenapa membawa barang bawaan sebanyak itu, kakak bilang saat itu jika dirinya akan pulang untuk selamanya, tapi saat itu tidak seorang pun tahu apa maksud dan tujuan perkataannya.

Selain itu, hampir seluruh anggota keluarga termasuk om dan tante Fadly serta ibu dan Hafiza sendiri mengaku sering bermimpi buruk sejak kepulangan Fadly.

“Mama saat itu pernah mimpi jika dia kehilangan sendal, sedangkan saya sendiri mimpi saat itu rumah sedang banyak kain panjang, om dan tante juga mimpi banyak orang dirumah. Kami fikir karena masih dalam suasana pesta, jadi anggapan kami itu masih berhubungan dengan pesta. Tetapi ternyata ini yang terjadi,” tuturnya dengan air mata berlinang.

Saat kejadian terang Hafiza, Fadly saat itu tengah berada didalam rumah sambil makan dan bercanda-canda bersama sanak keluarga. Sore itu, kami tengah duduk-duduk sembari makan gorengan, jadi sore itu dia minta gorengan sama kakak. Berhubung sudah mau masuk maghrib, mama ingin sholat, jadi mama pergi kerumah satu lagi tempat dia mijit.

Rumah itu terletak disebelah rumah utama keluarga Hafiza, biasanya rumah tersebut dipakai Rosna Juwita untuk tempat menerima pasien urutnya.

“Mama kan pandai ngurut sejak puluhan tahun silam, emang sudah keturunan dari nenek. Jadi kadang siapapun yang datang terutama yang anak-anak, bayi, dan ibu hamil yang datang minta urut selalu diladeni mama,” terangnya.

Namun, sejak sepekan atau sejak pesta pernikahan Hafiza, sang ibu tidak menerima pasien karena masih dalam suasana pesta. Hingga sore kemarin, seorang pria datang membawa seorang perempuan membawa anak untuk diurut. Sebenarnya, saat itu Rosna Juwita sudah mengatakan jika dia sedang tidak menerima tamu urut. Namun, pria tersebut ngotot untuk minta urut anak yang dibawanya.

“Kemudian sore itu pria tersebut pergi, dia sendiri yang mengatakan jika akan kembali setelah maghrib, mama tidak janji waktu itu, hanya dia bersikeras untuk kembali lagi,” ujar Fiza.

Kejadian naas itu pun terjadi, sesaat setelah bercengkramah bersama anak-anaknya, Rosna Juwita yang hendak menunaikan sholat pun pergi kerumah tempat biasanya dia menerima tamu urut. Saat itu lah si pria datang sendiri, berlagak untuk kembali meminta urut pria itupun kembali memperkenalkan diri.

“Mama saat itu hendak sholat dan menyuruh pria itu menunggu diluar, mama pun masuk kedalam rumah dan mau ambil wudhu kekamar mandi. Nah, saat itu ternyata si pria juga ikut masuk, tetapi menuju kamar. Sembari mama berwudhu, pria itu mengacak-acak isi kamar mencari entah apa, mama sempat melihat bayangan, namun pria itu sembunyi dibalik lemari,” ungkapnya.

Namun, karena takut ketahuan, pria itupun langsung menyusul Rosna Juwita atau biasa dipanggil Nita kedalam kamar mandi. “Dia sempat mencekik mama, bahkan sempat membekap mulut mama. Saat itulah, dia merenggut kalung emas mama dan lari,” ungkapnya.

Saat perampok tersebut berusaha kabur, Nita pun berteriak minta pertolongan, hingga suara itupun terdengar oleh Fadly dari rumah satu lagi. Fadly yang terkejut mendengar teriakan itu, langsung berdiri dan melihat sesosok laki-laki lari menuju jalan utama.

“Kakak mencoba mengejar perampok itu, awalnya sempat dia pegang perampok itu, namun entah kenapa terlepas. Kakak kemudian kembali mengejarnya, saat itu lah si pria tak dikenal melayangkan pisau dan mengenai leher kakak. Namun, kakak tidak langsung rubuh, dia kembali mengejar dan berhasil memagang rambut pria itu. Saat itu lah tangan kakak pada bagian nadinya kembali dilukai dengan pisau. Akhirnya kakak rubuh bersimbah darah,” jelas Hafiza tak kuasa menahan tangis.

Hafiza menambahkan, jika saat perampok hendak melarikan diri, warga setempat sempat melihat. Bahkan, saat itulah warga juga berusaha mengejar pelaku yang lari dengan menggunakan minibus. Namun, aksi warga kalah cepat dari pria tak dikenal tersebut.

“Karena kakak sudah rubuh, kami lebih fokus pada kakak, tubuh kakak langsung dilarikan ke rumah sakit, namun karena banyak darah yang keluar, kakak tidak sanggup bertahan,” tukasnya.

Hafiza berharap, agar pelaku segera ditangkap pihak kepolisian untuk dihukum sesuai perbuatan yang dilakukannya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top