Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Secara Resmi Terima Tiga Ekor Singa Afrika Dari Bali Zoo

HaloBukittinggi : Tiga ekor Singa Afrika yang sampai pada Sabtu (15/4/2017) lalu di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi, Selasa (18/4/2017) sore tadi mulai diperlihatkan pada pengunjung.

Pantauan RRI dilokasi, ratusan pengunjung terlihat memenuhi kandang Singa yang didatangkan melalui kerjasama hibah satwa dari Bali Zoo ke TMSBK ini, mereka tidak sabar melihat satwa yang sudah lama tidak ada menjadi satwa koleksi TMSBK ini.

Hal itu dilakukan secara resmi setelah dilakukan penyerahan secara resmi oleh pihak Bali Zoo kepada pihak Pemko Bukittinggi, disaksikan oleh BKSDA Sumbar, yang diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh kedua pihak yang melakukan kerjasama.

Kepala Bidang (Kabid) TMSBK Dinas Kebudayaan  Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi Ikbal, mengatakan, tiga ekor Singa Afrika ini berangkat dari Bali pada Senin 10 April 2017 lalu melalui jalan darat, dengan menggunakan Truk Container, yang didalamnya dilengkapi dengan tiga unit box.

“Singa Afrika yang datangkan dari hasil hibah satwa itu terdiri dari dua ekor betina berusia 4 tahun dan satu ekor jantan berusia 6 tahun, dan kehadiran Singa Afrika. TMSBK sendiri sudah 10 tahun lebih tidak memiliki koleksi hewan berupa Singa. Setelah sepasang Singa yang dihibahkan Kebun Binatang Surabaya tahun 1999, mati pada tahun 2007 lalu,” ujarnya.

Dalam paket kerjasama hibah satwa dengan pihak Bali Zoo ini tambah Ikbal, TMSBK Bukittinggi sebelumnya telah menerima tiga ekor Walabi atau Kangguru Tanah (Thylogale brunnii), yang terdiri dari seekor jantan dan dua ekor betina, yang sampai pada Senin 10 April 2017. Serta tiga ekor Burung Bayan (Eclectus roratus polychorus), satu ekor jantan, dan dua ekor betina, yang datang pada Rabu 12 April 2017 lalu.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, menjelaskan, Pemko Bukittinggi akan fokus membenahi kebun binatang itu. Karena itu, TMSBK nantinya juga akan di jadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih mandiri dan profesional.

“Kunci kesuksesan dalam pengelolaan kebun binatang itu terlihat dari kesehatan hewan yang terjaga, gizinya harus cukup, setelah itu terpenuhi baru dapat dikomersilkan,” ujarnya.

Menyangkut sembilan hibah hewan dari Bali Zoo termasuk tiga singa afrika sambung M. Ramlan Nurmatias, nantinya diharapkan mampu menambah pesona daya tarik TMSBK dimata pengunjung, sekaligus dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi karcis masuk.

Pengelola Bali Zoo Representatif Direktur on Legal and General Affair Agung Santosa, mengatakan, hal ini merupakan wujud dari nota kesepahaman yang ditandatangani Wali Kota Bukittinggi dengan Direktur Bali Zoo, dalam rangka kerjasama hibah tukar menukar satwa.

“Momen nota kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antara Bali Zoo dengan Pemko Bukittinggi, dan roh Lembaga Konservasi adalah menjaga kelestarian satwa, sekaligus menjaganya dari kepunahan, sekaligus tujuannya untuk meningkatan peran dalam bidang edukasi, penelitian, rekreasi, serta manfaat ekonomis,” jelasnya.

Menurut Agung Santosa, pengiriman satwa dari Bali ke Bukittinggi ini membutuhkan banyak tantangan, mulai dari proses surat menyurat yang harus mendapat persetujuan dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), proses pengangkutan satwa melalui jalan darat, hingga menjaga kesehatannya selama di perjalanan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat, Toto Indraswanto menuturkan, dengan bertambahnya koleksi satwa berupa tiga ekor Singa Afrika itu, TMSBK Bukittinggi dapat meningkatkan perannya sebagai Lembaga Konservasi.

“Dari fungsi ekonomi akan bertambah lagi jumlah pengunjung yang datang ke TMSBK Bukittinggi, dilihat dari fungsi kelestarian hendaknya dilakukan pemeliharaan satwa secara lebih baik lagi, fungsi pendidikan untuk pelajar, serta fungsi penelitian bagi kalangan akademisi,” ujarnya.

Proses melepas Tiga ekor Singa Afrika yang terdiri dua betina satu jantan itu disaksikan langsung oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat, Toto Indraswanto, Pengelola Bali Zoo Representatif Direktur on Legal and General Affair Agung Santosa, serta unsur pimpinan di Pemerintah Kota Bukittinggi. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top