Ruang Publik

Mentri PPPA Yohana Susana Yembise Gelar Kampanye Berlian di Bukittinggi

HaloBukittinggi : Komitmen melindungi perempuan dan anak yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, yang saat ini tengah gencar mencanangkan Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak).

Pencanangan program Berlian itu  ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri PPPA Yohana Susana Yembise, sekaligus mencanangkan program IVA Test sebagai bentuk pencegahan penyakit kanker serviks bagi perempuan, yang sebelumnya diawali dengan senam Three Ends. Bertempat di Lapangan Kantin Wirabraja Bukittingi, Minggu 16 April 2017.

Menurut Yohana Susana Yembise, Kementrian PPA akan melakukan kampanye Berlian ke seluruh pelosok Indonesia sebagai upaya menekan angka kekerasan terhadap anak, termasuk di Sumatera Barat, khususnya di Bukittinggi.

“Berdasarkan Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat yang diterima Kementrian PPA, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Sumatera Barat sepanjang 2016 terdapat 165 kasus kekerasan fisik terhadap anak dan 393 kasus pelecehan seksual terhadap anak,” jelasnya.

Informasi terbaru yang diterima sambung Yohana Susana Yembise adalah kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, dimana korbannya adalah 9 (sembilan) orang anak dan kemungkinan jumlah korban masih akan terus bertambah.

Yohana Susana Yembise menjelaskan, kasus yang terjadi di Bukittinggi tersebut harus menjadi pembelajaran untuk lebih meningkatkan kewaspadaan  terhadap segala bentuk kekerasan yang mungkin saja dialami anak-anak.

“Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama melakukan pencegahan dalam melindungi anak. Saat ini Kementerian PPPA tengah mengembangkan pendekatan perlindungan anak berbasis masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hak-hak anak dan perlindungan di antara anak-anak dan orang dewasa,” terangnya.

Yohana Susana Yembise mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang melakukan langkah cepat dalam penanganan kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Saya berharap Kota Bukittinggi dapat menjadi role model upaya perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan di seluruh wilayah Indonesia.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bukittinggi Tati Yasmarni mengatakan, Three Ends atau tiga akhir, merupakan program yang berasal dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sendiri.

“Three Ends merupakan program untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi, kekerasan terhadap anak, dan mengakhiri perdagangan manusia (Human Traficking),” jelasnya.

“Untuk Human Trafficking kita bisa dikatakan tidak ada di Bukittinggi, artinya untuk saat ini kita hanya melakukan antisipasi. Sedangkan untuk kesenjangan ekonomi mungkin masih banyak di daerah kita, maka dari itulah kita dalam program ini terus berupaya untuk menaikan taraf ekonomi bagi kaum wanita yang menjadi peran pembantu dalam rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, terkait Akhiri Kekerasan terhadap anak, Tanti Yasmarni menyebutkan, jika pihaknya juga terus berupaya untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap kasus kekerasan terhadap anak dengan melibatkan seluruh lini masyarakat.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmantias mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Berbagai kebijakan yang dinilai ramah terhadap perempuan dan anak telah dibuat, diantaranya pembinaan yang dimulai dari keluarga, pembatasan penggunaan gadget dan internet bagi anak-anak, penataan tempat-tempat bermain anak, fasilitas umum, dan fasilitas sosial, seperti toilet dan parkir yang ramah perempuan,” tukasnya.

Disamping itu tambah M. Ramlan Nurmatias, pembentukan Satpol PP syariah yang anggotanya perempuan untuk menangani masalah-masalah terkait perempuan dan anak, seperti perlindungan anak dan pemberdayaan perekonomian perempuan, hingga pengalokasian anggaran untuk melakukan visum dan mendatangkan psikolog dalam upaya rehabilitasi korban-korban kekerasan.

Usai melakukan Kampanye Berlian dan pencanangan IVA Test, Menteri Yohana menuju ke Kelurahan Birugo, Bukittinggi untuk meresmikan Galeri Ikatan Kartini Profesional (IKAPRI). Galeri IKAPRI merupakan salah satu upaya pemerintah kota Bukittinggi untuk membantu memajukan pelaku Industri Rumahan (IR) yang telah mendapatkan pelatihan dan bantuan modal untuk memasarkan hasil produksi sehingga mereka tetap bisa fokus pada peningkatan kualitas produksinya. (Dipra)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top