Ruang Publik

Kondisi Seratusan Rumah di Bukittinggi Kembali Normal Setelah Direndam Banjir

HaloBukittinggi : Pasca banjir yang terjadi pada Sabtu (15/4/2017) kemaren malam hingga Minggu (16/4/2017) siang di kawasan RT 02 RW 05 Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi sudah kondisi kembali normal.

Sejumlah warga yang sempat diungsikan menggunakan perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu Dinas Pemadam Kebakaran, sudah kembali kerumah masing-masing, dan terlihat warga yang terimbas banjir terlihat membersihkan rumah dan Masjid secara mandiri, sambil dibantu sejumlah personil dari BPBD dan Damkar.

Masjid Darusaalam Pakan Kurai yang tergenang air dibersihkan secara bersama-sama oleh warga dan pihak BPBD dengan menggunakan bantuan mobil damkar untuk membersihkan lumpur yang dibawa banjir.

Kepala BPBD Bukittinggi Mus Mulyadi mengatakan, kondisi pasca banjir sudah normal kembali hingga sore tadi, puluhan personil juga ikut membantu warga, sehingga dengan kerjasama seluruhnya dapat ditata kembali seperti semula.

“Pihak BPBD masih mendata untuk kepastian hitungan kerugian dan unit rumah yang terkena terimbas banjir, jadi belum tahu pastinya terutama untuk kerugian materi yang diderita masyarakat setempat,” jelasnya.

Untuk titik banjir yang terjadi akibat luapan drainase itu sambung Mus Mulyadi, tidak hanya pada satu titik, namun juga beberapa kawasan lainnya seperti Pulai Anak Aie, Tarok Dipo, Jembatan Besi, Pakan Kurai, dan beberapa titik lainnya.

“Jadi warga yang mengungsi malam itu ada yang tidur di pos pemuda, rumah tetangga, dan tempat-tempat aman lainnya yang tidak jauh dari rumah mereka,” ulasnya.

Untuk rumah yang terkena imbas banjir ujar Mus Mulyadi, diperkirakan mencapai ratusan unit rumah di seluruh titik, dan setelah dilakukan penghitungan barulah dapat dipastikan berapa total rumah yang terimbas banjir, berikut catatan kerugian yang diderita masyarakat.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias yang ikut turun kelokasi hingga Minggu dinihari menyampaikan jika penyebab banjir itu tidak lain dan tidak bukan karena volume air sendiri yang terlalu banyak, yang tak sanggup tertampung oleh drainase.

“Jadi air kiriman itu sangat banyak, karena drainase yang ada menuju dalam kota tak sanggup menampung debit air, akhirnya terjadilah kejadian ini,” terangnya.

Untuk solusi banjir kedepan terutama terkait air kiriman yang datang dari arah Padang Lua, Kabupaten Agam, sambung M. Ramlan Nurmatias, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang akan berusaha mencarikan solusi dengan memecah air masuk kedalam kota pada wilayah Jambu Air.

“Selain itu kita akan lakukan pengerukan semua drainase dan selokan yang ada. Kemudian kita juga ada anggaran untuk melakukan pengalihan drainase, nanti akan kita gunakan anggaran itu,” ujarnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, persoalan lainnya yang menjadi kendala untuk persoalan drainase adalah perbaikan drainase yang ada dikawasan Taluak.

“Karena lokasi itu merupakan jalan provinsi, tentu kita berharap agar pihak provinsi untuk turun tangan mencarikan solusinya. Jadi, kendala utamanya itu karena terkadang berbenturan dengan lahan milik provinsi seperti drainase yang berada ditepi jalan provinsi,” tukasnya.

M. Ramlan Nurmatias berharap, kepada anggota dewan perwakilan dari Bukittinggi dan Kabupaten Agam untuk turun langsung mencarikan solusi terkait banjir itu, terlebih dengan kondisi dilapangan yang diwaspadai membahayakan masyarakat. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top