Ruang Publik

Wali Kota Bukittinggi Temui Keluarga Korban Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

HaloBukittinggi : Kasus pencabulan anak dibawah umur yang menimpa sembilan anak di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi menuai perhatian dari seluruh pihak, tidak terkecuali dari Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, yang sangat mengutuk dan menyesalkan perbuatan bejat yang dilakukan A (37) tahun, yang dilakukan dirumahnya yang berkedok rental Playstation.

Informasi yang dihimpun di gedung serba guna di Kelurahan ATTS, Jum’at (7/4/2017), jumlah korban diprediksikan terus bertambah akan terus bertambah. Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi juga sudah turun tangan terkait persoalan yang telah merusak moral, mental, dan masa depan anak-anak ini.

Kepada seluruh keluarga korban yang hadir di gedung serbaguna itu, M. Ramlan Nurmatias mengatakan, Pemko Bukittinggi komit melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap korban, termasuk membiayai seluruh visum yang dibutuhkan keluarga korban, untuk pendampingan pengungkapan kasus.

“Pihak keluarga korban jangan takut dan malu, karena Pemko Bukittinggi akan melakukan pendampingan hingga tuntas,” ujarnya, didampingi beberapa Kepala SOPD, Camat Guguk Panjang, dan Lurah ATTS.

M. Ramlan Nurmatias menambahkan, dari informasi yang diterimanya, jumlah korban diduga mencapai 19 orang. Namun yang telah dipastikan hingga hari ini 9 orang, masih ada dugaan korban lainnya. Mereka itu adalah anak-anak yang sering bermain di tempat rental Playstation milik (A) itu. Namun, itu masih dugaan karena masih dalam tahap pembujukan oleh orang tua masing-masing.

“Pemko Bukittinggi akan terus melakukan berbagai upaya menuntaskan kasus ini, dengan tidak menutupi kejadian, karena beginilah kenyataannya. Namun, yang terpenting untuk saat ini mencarikan jalan keluarnya, agar anak-anak yang menjadi korban itu tidak trauma lagi baik dari segi mental maupun psikologisnya,” terangnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, pihaknya akan melakukan pendampingan bagi pihak korban untuk melakukan terapi dengan psikolog agar mental korban kembali pulih, karena Pemko Bukittinggi tidak menginginkan masalah ini muncul di kemudian hari.

“Untuk antisipasi kedepan, Pemko Bukittinggi akan melakukan pendataan dan pengawasan terhadap tempat-tempat rental playstation, warnet dan tempat bermain anak-anak lainnya,” tukas Wali Kota.

Kedepan sambung M. Ramlan Nurmatias, setiap tempat usaha akan ditanyakan izinnya. Bahkan kita akan melibatkan pihak tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya terlibat dalam hal ini. jika ada rekomendasi dari pihak kelurahan, baru kita izinkan tempat usaha bisa didirikan.

“Kita imbau orang tua agar lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap anak, jangan biarkan anak pergi bermain sendiri, dengan siapa dan dimana anak bermain perlu diketahui orang tua,” imbaunya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top