Ruang Publik

Korban Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Bukittinggi Bertambah Menjadi Delapan Orang

HaloBukittinggi : Korban pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan A (37) hari ini Rabu (5/4/2017), bertambah menjadi delapan orang yang sebelumnya kemarin masih lima anak, setelah tiga orang anak bersama orang tua nya siang tadi melaporkan pada unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi.

Informasi yang dihimpun dilapangan, pelaku melakukan aksi di rumah sekaligus tempat usaha rental Play Station di Jalan Unggek Datuak Bagindo RT 01/RW 02 Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguak Panjang.

Lurah Aur Tajungkang Tangah Sawah Herman saat ditemui di Mapolres Bukittinggi menjelaskan, data bertambahnya korban ini setelah pagi tadi ada tiga orang tua yang melaporkan bahwa anak mereka juga menjadi korban pelecehan seksual.

“Dari data yang dikumpulkan, korban kejahatan pelaku itu enam anak laki-laki dan dua anak wanita diantaranya, MRD (9), HY (9), AK (7), wanita D (10), R (9), wanita B (7), F (7) dan R (14), mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD),” terangnya.

Herman menambahkan, lima anak telah mengikuti visum di Rumah Sakit Achmad Mukhtar dengan hasil positif, memang ada tanda-tanda bahwa mereka menjadi korban kejahatan seksual, sedangkan tiga orang lainnya yang melapor siang tadi akan di visum malam ini di Rumah Sakit yang sama.

“Dengan kondisi ini, bukan tidak mustahil akan ada korban lainnya. Pihak Kelurahan sudah arahkan kepada warga untuk menanyai anak-anaknya, siapa tahu masih ada anak lain yang jadi korban,” ulasnya.

Jika memang nanti masih ada korban sambung Herman, silahkan laporkan kepada pihak berwajib, atau kepada pihak Kelurahan yang nanti akan ditemani melaporkan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu menurut salah seorang kakak sepupu korban Lili, satu bulan yang lalu pada saat orang tua korban mencuci celana anaknya, dilihat ada bekas darah menempel di celana dalamnya. Namun saat itu tidak ada merasa curiga, mungkin karena masih anak-anak terkena kotoran atau semacamnya saat bermain

“Pada saat mencuci celana anaknya, si ibu melihat bekas darah menempel di celananya, pada saat itu ibu nya tidak curiga, karena ketika ditanyakan pada si anak dia tidak mengaku kenapa celana dalam nya terkesan ada bekas darah. Mungkin saja mengalami demam, namun setelah kejadian ini si ibu baru tahu, karena selain anaknya mengaku pernah dikerjai pelaku, dan kondisinya kini makannya banyak namun badannya tetap kurus, berat badan tidak naik,” jelasnya.

Sementara R salah satu korban yang sudah berusia 14 tahun ketika ditanya dihadapan Lurah dan Orang Tuanya mengaku tidak pernah disodomi pelaku. Dia hanya mengaku sering membantu pelaku, salah satunya membantu membuat kolam belut di rumah pelaku.

“Mungkin saja korban malu mengakui karena sudah menginjak remaja, disamping itu wajahnya juga pucat, prestasi belajarnya juga menurun, biasanya masuk sepuluh besar, namun R yang saat ini duduk di bangku kelas lima SD tidak lagi berprestasi,” kata orang tua korban lainnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Bukittinggi M Nur Idris, meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Selain itu kita juga meminta agar masyarakat juga haru aktif memberikan laporan jika masih ada korban lainnya, karena kasus ini tergolong besar dan bisa dikatakan pelaku sudah predator anak karena korban tidak sedikit,” ujarnya.

Selain itu sebut Idris, pihak Pemerintah Kota juga harus turun tangan melalui lintas Struktur Organisasi Pemerintah Daerah (SOPD) yang ada dan terkait untuk mendampingi pihak korban yang saat ini sedang trauma.

“Lakukanlah pendampingan oleh pihak terkait agar mental korban bisa kembali lagi seperti semula, ini bukan kasus main-main menyangkut masa depan anak-anak, seluruh pihak terkait diharapkan turun tangan,” tukasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Petugas dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, Selasa (4/4/2017) kemarin, mengamankan seorang terduga pelaku sodomi dan pencabulan anak dibawah umur.

Informasi dilapangan, terduga dengan inisial A, usia 37 tahun diamankan sekitar pukul 17.50 WIB, dan warga Jalan Unggek Datuak Bagindo, dan Jalan Ibrahim Musa, RT 01 RW 02, Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), Kecamatan Guguk Panjang, langsung menyaksikan penangkapan terduga dilokasi tempat tinggalnya.

 Lurah Aur Tajungkang Tangah Sawah, Herman, mengatakan, terduga melakukan pencabulan dan sodomi terhadap empat bocah laki-laki dan seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top