Ruang Publik

LPPA Bukittinggi Minta Orangtua Optimalkan Perkembangan Potensi Anak Autis

HaloBukittinggi : Proses tumbuh dan kembang anak sangat membutuhkan peran orang tua, begitu juga bagi anak yang menyandang autis juga tidak boleh diabaikan, maka dari itu Lembaga Pemerhati dan Perlindungan Anak (LPPA) Bukittinggi mengimbau orang tua terutama yang memiliki anak autis agar lebih berperan aktif.

Ketua LPPA Bukittinggi, Rahmi Yetti, mengatakan, anak autis memiliki potensi yang mesti dikembangkan, perhatian dari orang tua sangat membantu anak dalam mengembangkan minat dan bakat seperti anak normal lainnya.

“Beradasarkan data yang ada 1 dari 100 kelahiran di Indonesia terdapat 2,4 juta anak autis dari 240 juta anak, dan keberadaan anak autis juga ada di Kota Bukittinggi, maka dari itu sudah sewajarnya orang tua mengoptimalkan pengawasan dan pembinaan, agar mereka dapat tumbuh kembang secara baik,” ulasnya, Senin (3/4/2017).

Menurut Rahmi Yetti, anak penderita autis juga dapat mengembangkan bakatnya dalam bidang tarik suara, olahraga, seni gambar, puisi, tari, dan lain sebagainya. Maka dari itu berikan apresiasi kepada anak yang memiliki potensi yang ada, sehingga dapat pula memberikan prestasi yang membanggakan orang tua.

“Para orang tua harus diminta jeli terhadap perkembangan anak autis, biarkan si anak berinteraksi dengan lingkungannya, sambil memperkenalkan benda-benda yang ada disekitarnya serta jangan biarkan anak hanya terkurung di dalam rumah, karena akan mengambat tumbuh dan kembangnya,” terangnya.

Pencerahan dan motivasi ujar Rahmi Yetti, perlu dilakukan kepada anak autis ini dengan cara melakukan deteksi dan intervensi diri yang  dapat membantu orang tua dalam mengarahkan prilaku anak.

“Hal ini dapat dilakukan sejak anak berusia 3 tahun, karena otaknya masih bisa mencerna apa yang diberikan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma YPPA Bukittinggi, Nurhidayah mengatakan, pihak sekolah memberikan perlakuan khusus kepada anak autis dengan cara belajar secara individual.

“Disekolah ini anak autis mengikuti sistem belajar secara individual, satu guru satu anak dan satu ruangan belajar, agar perhatian penuh hanya tertuju kepada anak dengan cara terstruktur dan tahapan yang jelas,” terangnya.

Disamping itu sambung Nurhidayah, dalam rangka memperingati hari Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 2 April, PK-LK dari 7 sekolah se kota Bukittinggi menggelar sejumlah kegiatan bagi anak autis tersebut.

“Dalam kegiatan ini anak dapat mengikuti dan menyalurkan bakat yang mereka inginkan yang tentunya didampingi dan diarahkan oleh orang tua,” jelasnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top