Ruang Publik

Petugas TMSBK Bukittinggi Rawat Intensif Dua Ekor Harimau yang Kakinya Diamputasi

HaloBukittinggi : Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi optimalkan perawatan dua Harimau Sumatera  yang dititpkan ditempat itu karena terluka terkena jerat masyarakat.

Kedua Harimau Sumatera itu mengalami nasib yang sama meski dalam waktu dan lokasi yang berbeda. Pertama seekor Harimau Sumatera terjerat dalam jerat babi masyarakat di wilayah Sijunjung pada 2007 silam, kemudian disusul seekor lagi pada tahun kemarin di kawasan Pesisir Selatan.

Kedua hewan itu dititipkan oleh Dinas terkait ke TMSBK untuk mendapatkan perawatan khusus. Malang, karena tulang kaki rusak akibat meronta saat terjerat, kaki Harimau tersebut terpaksa diamputasi. Kondisi ini tentu berefek bagi hewan bertaring tersebut.

Untuk megembalikan kepercayaan diri hewan itu, petugas bersama dokter hewan bahu membahu untuk terus melakukan perawatan intensif terhadap hewan itu.

“Yang namanya luka dan skit tentu dirasakan juga oleh hewan sekalipun, hal itu membuat trauma hewan-hewan itu. Bahkan, karena biasa didalam hutan, hewan itu tidak mau bertemu dengan manusia. Namun, karena harus merawat luka yang dialaminya,” terang Masrizal, salah seorang pawang Harimau TMSBK, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Masrizal, awal-awal setelah diamputasi, pengawasan bersama dokter hewan terus dilakukan hampir setiap hari hingga luka itu berangsur sembuh. Setelah agak baikan baru pengawasan dilakukan dua atau sekali dalam sepekan, namun makannya terus diperhatikan.

“Untuk sementara waktu sembari beradaptasi dengan manusia, Harimau itu dikarantina terlebih dahulu. Dengan bertemu petugas setiap hari, lama kelamaan mereka akhirnya terbiasa dengan manusia. Meski begitu hewan tersebut tetap buas selayaknya dihabitat asli,” jelasnya.

Perlahan tapi pasti, kondisi kedua Harimau tersebut terus membaik. Meski kehilangan anggota badan, namun Harimau tersebut tetap buas seperti kondisi di habitat asli.

“Sekarang semua mendapat perlakukan sama, baik perawatan maupun makannya. Minimal empat kilogram sehari,” jelas Masrizal.

Kondisi yang terus membaik itu terang Masrizal, dibuktikan dengan masih produktifnya Harimau Jantan yang terluka itu. Bahkan, sudah beberap kali memiliki keturunan yang lahir dari induk betina yang memang sudah ada di TMSBK.

“Sekarang kita memiliki sembilan ekor Harimau, dua diantaranya cacat. Dari sembilan itu dewasa enam ekor, dan tiga masih baru tiga bulan. Dari sembilan itu empat diantaranya betina, dan empat jantan,” jelasnya.

Sementara itu Ikbal, Kepala Bidang (Kabid) TMSBK Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi mengatakan, setidaknya saat ini di TMSBK memiliki dua harimau dalam kondisi cacat pada bagian kaki, karena terpaksa diamputasi akibat terjerat.

“Satu pada tahun 2007 sila di daerah Sijunjung yang kita beri nama Banca, dan satu lagi yang di Pesisir kemarin, keduanya sudah diamputasi,” terangnya.

Ikbal menjelaskan, yang namanya hewan liar memiliki sifat kepribadian yang lebih pendiam. Bisa jadi karena trauma, jadi Harimau yang ada di TMSBK itu lebih memilih didalam kandang dari pada di luar kandang.

Namun, kondisi itu bisa diatasi oleh petugas atau pawang hewan dengan membiasakan secara perlahan untuk beradaptasi.

“Dari semula takut bertemu manusia, hingga saat ini sudah bisa keluar kandang. Meski begitu, pada prinsipnya kami tidak menjinakkan, karena hewan yang ada di TMSBK bukan untuk dijinakkan,” jelasnya.

Ikbal menyebutkan, untuk saat ini koleksi Harimau yang ada di TMSBK terhitung sebanyak sembilan ekor. Dua diantaranya akan di serahkan pada pihak Bali Zoo dalam rangka pertukaran satwa.

“Jadi dengan kondisi yang dialami oleh dua Harimau jantan itu, otomatis gerakannya terbatas. Oleh karena itu kita fokuskan untuk dijadikan pasangan kawin bagi Harimau betina lainnya,” tukasnya. (Dipra)

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top