Ruang Publik

Mentri BUMN Harapkan Jalur Kereta Api dari Kayu Tanam ke Bukittinggi Kembali Diaktifkan

Mentri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Sabtu (25/2/2017), membicarakan rencana reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur kereta api dari Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padangpanjang menuju Bukittinggi pada tahun 2018 mendatang, bersama Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias.

Menurut Rini Soemarno, pengaktifan jalur kereta api ini untuk mewujudkan Kota Bukittinggi yang nyaman dalam hal transportasi, serta untuk mendukung kota ini sebagai salah satu daerah destinasi wisata di Sumatera Barat.

“Kondisi jalur atau ruas jalan sekarang pada hari tertentu pengunjung yang datang ke bukittinggi sering dihadapakan pada situasi kemacetan, dan sebagai tindak lanjut mengaktifkan jalur kereta api merupakan salah satu solusi yang patut dicoba,” jelasnya.

Permasalahan kemacetan itu tambah Rini Soemarno harus dicarikan solusinya karena bisa saja berdampak wisatawan enggan datang ke Bukittinggi, karena akan menghabiskan waktu di jalan. Berhubung sudah ada jalur kereta api sejak zaman penjajahan Belanda dahulu, maka bersama Kemenhub akan diupayakan upaya reaktivasi jalur yang sudah ada itu.

Untuk mewujudkan rencana itu sambung Rini Soemarno, Kementrian BUMN akan  mendorong PT KAI untuk mempelajari bagaimana upaya reaktivasi ini dan kepada Wali Kota Bukittinggi diharapkan dukungannya dengan menyurati Kementerian Perhubungan.

Pada kunjungan kerja ini sambung Rini Soemarno, lahan aset PT KAI di Bukittinggi juga patut dikembangkan, guna mendukung pariwisata seperti pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dan rumah tinggal (homestay).

“Target pemerintah pada 2019, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 20juta. Tahun 2018 ada banyak iven yang digelar di Indonesia dan diharapkan para tamu dapat berkunjung ke daerah lain selain ke lokasi iven,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias menyambut baik upaya mengaktifkan kembali jalur kereta api menuju daerah itu karena akan mendukung pariwisata.

“Namun Pemerintah Kota Bukittinggi berharap bila memang diaktifkan kembali, jalur berada di atas, bukan di jalur yang sudah ada sekarang karena perkiraan kami tetap akan menimbulkan kemacetan,” ujarnya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top