Ruang Publik

Keluyuran Saat Shalat Jum’at, Puluhan Pelajar Diamankan Satpol PP Wanita Bukittinggi

Asyik berkeliaran saat berlangsung nya Shalat Jum’at, 24 Februari 2017, puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bukittinggi dijaring oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Wanita Kota Bukittinggi.

Para pelajar itu diamankan di sebuah warung di kawasan Kabun Pulusan, Kelurahan Puhun Tembok, Mandiangin Koto Selayan. Saat diamankan para pelajar itu sedang asik main Ceki (Koa) dan Playstation.

Kepala Bidang Operasi dan Pengawasan Dinas SatPol PP Bukittinggi, Aldiasnur, mengatakan, karena kedapatan nongkrong dan bermain pada salat Jum’at, maka para pelajar itu langsung digiring oleh Pol PP Wanita Kota Bukittinggi itu ke Markasnya di Belakang Balok untuk dilakukan pembinaan.

“Jumlah pelajar yang terjaring itu sebanyak 19 orang. Mereka berasal dari sekolah Dasar, Tsanawilayah dan SMA Pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, mengatakan, yang mendapatkan adanya sejumlah pelajar yang dijaring Pol PP itu, langsung mendatangi markas Pol PP di belakang Balok.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Pol PP, Walikota Bukittinggi langsung menyuruh para pelajar itu beruduk dan melaksanakan salat zuhur berjemaah di Pol PP itu.

Ramlan Nurmatias meminta keterangan dari masing masing pelajar itu kenapa mereka tidak melaksanakan salat Jum’at serta main ceki tersebut, dan dari jawaban mereka karena sedang candunya main Ceki (Koa), jawaban yang sangat tidak lumrah dari seorang pelajar yang berpendidikan.

“Seluruh pelajar ini diberikan nasehat dan pembinaan kepada para pelajar ini, dipanggil orang tua tuanya, dan dilaporkan pada sekolah masing-masing, serta kedepan dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya,” tukas Wali Kota.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, program Jum’at syariah dengan menurunkan Pol PP Wanita itu akan terus dilakukan dalam rangka pembinaan kepada para pelajar tersebut, sehingga mereka merasa jera dan tidak mengulangi perbuatan yang sama.

 

“Diharapkan kepada orang tua dan masyarakat juga dapat lebih mengawasi para pelajar, karena permasalahan ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” tuturnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top