Ruang Publik

Ribuan Masyarakat Bukittinggi Turun Memungut Sampah

Rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), BUMN, BUMD, pelajar, serta masyarakat, Jum’at (24/2/2017), menggelar kegiatan Bukittinggi bersih, dan aksi memungut sampah.

Kegiatan ini diawali dengan apel pagi di jalan Sudirman depan lapangan kantin Bukittinggi dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi. M. Ramlan Nurmatias.

Tercatat sekitar 6000 pelajar, warga dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan aksi pungut sampah di seluruh daerah Bukittinggi.

Kegiatan aksi memungut sampah ini dilaksanakan di sejumlah lokasi, termasuk di Batang Tambuo di kelurahan Garegeh Mandiangin Koto Selayan, yang merupakan daerah aliran sungai dari Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi hingga ke Kota Payakumbuh.

Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias menyebutkan, momen Hari Peduli Sampah bisa menggerakkan kepedulian masyarakat kota, karena persoalan kebersihan adalah tanggungjawab bersama.

“Kegiatan ini merupakan tanggungjawab bersama, menjaga kebersihan kota, kita lihat mana bagian kota kita yang masih kurang dan perlu diperbaiki,” terangnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, kepedulian warga kota terhadap kebersihan, Bukittinggi tetap bisa mempertahankan Adipura tahun 2017 ini.

“Orangnya sehat, sungainya bersih, kotanya bersih, dan nyaman, akan berdampak terhadap ekonomi dan pariwisata setelah semuanya bersih kita akan lakukan gerakan menanam bunga,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi, Supadria, mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian acara yang dilaksanakan Pemko Bukittinggi untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari atau hari ini.

“Gerakan memungut sampah itu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Jum’at Bersih. Warga akan memungut sampah di semua jalan-jalan di dalam kota,” terangnya.

Menurut Supadria, untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan asosiasi pedagang, pegawai sejumlah badan usaha dan komunitas-komunitas yang ada di daerah itu, 68 Sekolah Dasar (SD) serta 48 Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi.

“Para peserta bersama petugas kebersihan memungut sampah di jalan-jalan yang telah ditentukan. Bagi murid SD kegiatan itu dilakukan di lingkungan sekolah masing-masing dan para pedagang di lingkungan pasar,” ulasnya.

Sampah yang dipungut tadi sambung Supadria, selanjutnya akan dipilah dan dinilai oleh Asosiasi Bank Sampah, mana yang masih bermanfaat dan dapat didaur ulang untuk digunakan kembali. (Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top