Ruang Publik

Mentri Agama Minta Mahasiswa IAIN Bukittinggi jadi Aktor Islam Moderat

KBRN, Bukittinggi : Untuk mengantisipasi isu yang berkaitan dengan kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keberadaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasinya.

Demikian disampaikan Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Kamis (23/2/2017), menurutnya keberagaman dan kemajemukan pada hakikatnya sunnatullah.

Menurutnya, agama merupakan pilar utama dalam membangun bangsa dan negara ini. Semua sila dan pasal dalam Pancasila dan UUD 1945, semua itu rujukannya adalah agama, apalagi di minang yang terkenal dengan falsafahnya Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK). Maka dalam konteks Indonesia nilai-nilai agama mampu menyatukan dan merawat keberagaman dan kebhinekaan ini.

“Kondisi saat ini segelintir orang yang mengatasnamakan agama berupaya memecah belah keberagaman dan kebhinekaan yang ada di Indonesia ini. Oleh karena itu diharapkan kepada PTKIN mampu meredam semua ini,” ulasnya.

Makanya kita berupaya mengembangkan paham yang moderat seperti Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, bukan jabariyah, mu’tazilah dan sebagainya. Di timur tengah, seperti Syiria dan Irak yang dahulu terkenal dengan peradabannnya, saat ini kita melihatnya berantakan dan amburadul, dikarenakan tidak mampunya menciptakan sikap yang saling menghargai dan menghormati dalam keberagaman. Kita tentunya, tidak ingin terjadi hal yang demikian di Indonesia.

Intinya tukas Lukman Hakim Saifuddin, kita harus mengedepankan moderasi islam dan toleransi. Makanya tidak boleh berdiam diri. Mahasiswa seharusnya menjadi aktor islam moderat di tengah masyarakat.

Diharapkan, PTKIN mampu untuk menjaga, merawat kebhinekaan dan memperkokoh toleransi. Sehingga kita harus arif dan bijaksana serta santun dalam melihat keberagaman. Akhirnya kita tidak mudah menyalah-nyalahkan atau membid’ah-bid’ahkan orang yang tidak sepaham dengan kita.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, dalam kebhinekaan saat ini, banyak isu-isu bernuansa sara muncul dan merusak persatuan.

“Maka dari diimbau agar kita terutama kalangan akademisi mampu menyikapinya dengan rasional. Isu agama tidak pernah menjadi masalah jikalau dipahami dengan benar. Maka masyarakat jangan ikut-ikutan terpicu dan terprovokasi oleh isu-isu sara dan agama tersebut.” Tukasnya.

Untuk itu menurut Irwan Prayitno, hendaknya kita meredam semua itu dengan ilmu yang kita miliki. Sebagai perguruan tinggi agama islam sudah sepatutnya memberikan pencerahan dan solusi dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang serta meredamnya.

Rektor IAIN Bukittinggi Ridha Ahida menyambut itu dengan Visi IAIN Bukittinggi. Terdepan dalam integrasi keilmuan dan keislaman tahun 2025. Dengan misi Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas, Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang transparan dan akuntabel dan Mengembangkan networking dalam bentuk kerjasama kelembagaan.

“Pada kesempatan ini juga langsung diresmikan gedung surat berharga syariah Negara (SBSN) tahun 2016 oleh Menteri agama. Gedung yang diresmikan 4 gedung perkuliahan dan 1 gedung dosen,” ujarnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top