Ruang Publik

Manfaatkan IT, Seluruh Pelayanan Pemko Bukittinggi dapat Diakses Masyarakat Melalui Smartphone

Tidak menunggu waktu lama lagi, seluruh pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Bukittinggi akan dapat diakses masyarakat melalui Smartphone, sebagai bentuk inovasi baru di bidang Informasi Teknologi (IT).

Pernyataan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, Rabu (22/2/2017), menurutnya, kebijakan ini merupakan upaya Pemko untuk mempermudah pelayanan pada masyarakat, sekaligus sebagai wujud menjadikan Bukittinggi sebagai Kota pintar atau Smart City.

“Dalam konsep Smart City itu, seluruh informasi dapat diakses di dalam aplikasi yang akan dilaunching pada Senin 27 Februari 2017 mendatang di pelataran Jam Gadang. Sedikitnya terdapat 272 aplikasi yang akan dilaunching dan bakal terdaftar dalam Museum Rekor Indonesia (MURI),” terangnya.

Menurut Irwandi, Pemko Bukittinggi bertekad mewujudkan kota ini jadi Kota Pintar (Smart City) yang didukung dengan IT. Dimana nantinya seluruh kegiatan pemerintah itu akan lebih mudah terbuka dan mudah diakses dengan cepat.

“Selain itu masyarakat juga dapat langsung berpartisipasi atau menyampaikan keluhan melalui aplikasi yang diterapkan nantinya, dan itu akan langsung direspon oleh petugas IT,” ujarnya.

Irwandi menambahkan, dalam aplikasi ini seluruhnya dipublikasikan, dan dapat dilihat segala kebijakan yang akan kita lakukan, termasuk soal pelayanan, informasi tentang pelayanan. Jadi dalam era transpalansi itu, smar city inilah yang diterapkan Pemko Bukittinggi.

Untuk mempermudah pengaksesan aplikasi tersebut jelas Irwandi, akan didukung dengan penyebaran wifi gratis yang disebar pada 15 titik didalam kota Bukittinggi.

Ke lima belas titik tersebut akan disebar pada beberapa lokasi antara lain, dua titik wifi gratis di Taman Panorama Lobang Jepang, dua titik di area Jam Gadang, tiga titik di Pasar Atas, empat titik di TMSBK, satu titik di Terminal Aur Kuning, satu titik di Pasar Simpang Aur, satu titik di area Pustaka Bung Hatta, dan satu titik di area Tugu Polwan.

Sementara itu Kabid Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Monisfar mengatakan, didalam konsep smart city tersebut yang menjadi prioritas adalah program pembangunan infrastruktur, disusul dengan pengelolaan tata pemerintahan.

“Biasanya data masing-masing dinas itu hanya mereka saja yang miliki, nah, dengan adanya smart city ini nantinya ada integrasi data dari setiap dinas. Kemudian juga ada pelayanan terhadap masyarakat seperti bidang kesehatan, surat menyurat, dan lain-lain,” tukasnya.

Dengan diterapkannya smart city jelas Monisfar, tidak ada lagi alasan hambatan bagi pelayanan terhadap masyarakat.

“Jadi istimewanya program ini adalah dikerjakan seluruhnya oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa bantuan pihak ketiga, jadi dapat menghemat biaya. Contoh, jika satu aplikasi dihargai Rp 1 juta, berapa biaya yang akan kita keluargan untuk 272 aplikasi, nah ini lah istimewanya, hanya nol rupiah karena dikerjakan semua oleh ASN,” tuturnya. (Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top