Ruang Publik

Pariwisata Bukittinggi Miliki Potensi Besar untuk Dikembangkan

Keberadaan Bukittinggi secara geografis yang berada persis di tengah pulau Sumatera, memang tidak memiliki sumber daya alam, seperti mineral khususnya yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah, namun memiliki kelebihan lain yang perlu dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Salah satu potensi yang memberikan bagi daerah selama ini adalah kondisi alamnya yang indah dengan udaranya yang sejuk.

Bersama potensi kegiatan kehidupan masyarakat lain, sisi keindahan alam inilah yang sejak 33 tahun lalu dan dijadikan sebagai salah satu fungsi unggulannya, yakni sebagai Kota Wisata. Keindahan alam yang juga pernah menjadi Bukittinggi sebagai Kota Tujuan Utama Pariwisata Sumbar, sebagai salah satu daerah tujuan wisata (DTW) nasional.

Bersama dengan fungsi unggulan lainnya, keberadaan pariwisata, menurut Wali Kota M. Ramlan Nurmatias, pemerintah kota terus memacu diri melalui berbagai upaya yang sudah dilakukan selama setahun terakhir.

Ramlan Nurmatias menyebutkan, pengembangan wisata Bukittinggi, tidak boleh hanya mengandalkan keindahan alamnya semata. Karena banyak potensi lain yang saling terkait yang dapat meningkatkan daya magnetis bagi pengunjung untuk datang ke daerah ini.

“Maka melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun, Pemerintah Kota juga akan lebih mengembangkan wisata budaya, kuliner, religi dan wisata konvensi serta potensi perdagangan dan jasa maupun pelayanan kesehatan yang pada saatnya tidak hanya berorientasi terhadap warga kota Bukittinggi belaka,” jelasnya, Sabtu (18/2/2017).

M. Ramlan Nurmatias optimistis, potensi budaya, baik dalam bentuk seni, olahraga maupun kuliner sampai hasil kerajinan dan makanan khas masyarakat, merupakan kekuatan yang masih memiliki daya kuat untuk menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Bukittinggi.

Begitu juga aktivitas kehidupan keagamaan yang tumbuh berkembang di tengah masyarakat, dipandang Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai pendukung kepariwisataan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Kedua pimpinan ini pun sudah mengkaji untuk lebih mengembangkan peranan Bukittinggi sebagai Kota Konvensi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh Wali Kota adalah membawa kegiatan pertemuan nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Maret 2017 mendatang.

Untuk pengembangan Kota Konvensi ini, M. Ramlan Nurmatias menyebutkan Bukittinggi membutuhkan setidaknya 1.000 kamar hotel lagi yang mampu menampung kegiatan bersifat nasional, bahkan internasional. Karena kegiatan seperti itu membutuhkan kamar-kamar hotel yang lebih representatif.

Untuk mendukung visi Walikota dan Walikota tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Melfi Abra, menjelaskan, pihaknya sudah menyusun konsep pembinaan terhadap bidang kepariwisataan menyangkut sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, iven-iven dan promosi.

Pembinaan SDM, tambah Melfi Abra, dilakukan secara menyeluruh, mulai petugas di dalam dinas yang dipimpinnya sampai kepada pelaku pariwisata lain, dan pejabat serta petugas OPD lainnya yang ada di Bukittinggi.

“Kehidupan kepariwisataan menyentuh banyak pihak. Karena itu perlu dilakukan pembinaan terhadap semua stakeholder yang terkait langsung terhadap kepariwisataan, bahkan sampai kepada warga kota sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Irwandi mencontohkan, bagaimana pelaku sikap dan perilaku pelaku pariwisata, yang terlibat langsung terhadap lembaga pemerintah maupun swasta dan warga saat menghadapi apalagi memberikan pelayanan kepada wisatawan akan menentukan sejauh mana keberhasilan pengembangan sektor ini ke depan.

Dalam setahun lalu, terjadi kenaikan arus kunjungan wisata sekitar 30 prosen dari 400 ribu orang lebih menjadi 600 ribu orang lebih pada tahun 2016 kemarin. Peningkatan tersebut tidak lepas dari penataan dan pengembangan berbagai kondisi kota yang ikut mendukung kenyamanan bagi pengunjung.

Bahkan Irwandi menyampaikan gagasan untuk menjadi Ngarai Sianok sebagai “Geo Park” yang dapat dijadikan sebagai salah satu objek wisata potensi di Bukittinggi nantinya. (Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top