Ruang Publik

Setahun Kepemimpinan Ramlan Nurmatias-Irwandi, Bukittinggi Raih Ratusan Penghargaan

Tepat satu tahun yang lalu 17 Februari 2016, M. Ramlan Nurmatias, dan Irwandi, yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilukada akhir 2015, dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi untuk masa jabatan 2016-2021.

Sebagai tokoh yang sudah tau dengan kondisi serta tuntutan sampai ke setiap sudut kota, Ramlan dan Irwandi, segera melakukan tugasnya. Tidak perlu orientasi kondisi maupun personal, keduanya segera melakukan pembenahan kondisi yang selama ini sempat memunculkan image negatif terhadap Bukittinggi.

Tidak hanya itu, langkah tegap yang dilakukan M. Ramlan Nurmatias dan Irwandi, ibarat “mambangkik batang tarandam”, ingin menciptakan Bukittinggi yang sempat dinobatkan sebagai kota yang mendapat predikat dengan kebersihan, keamanan dan ketertiban (K-3) dan direpresentasikan dalam bentuk Piala Adipura berulangkali, sehingga mendapatkan penghargaan paripurna berupa Piala Adipura Kencana, karena berhasil mempertahankannya lima kali berturut-turut.

Keadaan yang terjadi hampir 20 tahun lalu itu kata Wali Kota M. Ramlan Nurmatias, sehingga diwujudkan kembali. Kegiatan goro bersama dan kemudian bernama “Jumat Bersih”, seiring dengan pembenahan dan penataan kawasan-kawasan strategis sampai ke pelosok kota. Para pejabat dan aparatur di jajaran Pemko Bukittinggi digerakkan sebagai motor memobilisasi masyarakat untuk ikut memberikan kontribusinya.

Tekad dan jerih payah dari pengusaha dan mantan birokrat senior ini, tidaklah sia-sia. Piala Adipura yang dalam belasan bahkan hampir puluhan tahun seakan-akan hanya sekedar menjadi catatan sejarah,  berhasil diboyong kembali ke kota Wisata, Kota Pendidikan, Perdagangan dan Jasa serta Kota Peristirahatan dan Pelayanan Kesehatan.

Langkah berikutnya yang dilakukan dalam tahun pertama perjalanan tugas, adalah bagaimana mentradisikan kembali kondisi tertib berlalulintas dan angkutan. Kondisi kota yang juga memberikan reward berupa Piala Wahana Tata Nugraha.

Pekerjaan ini jelas tidak mudah, karena selama bertahun-tahun pula sempat memunculkan image miring terhadap penataan dan pelayanan terhadap lalulintas dan angkutan ini.

“Aspek ini tidak hanya melakukan penataan terhadap jalur lalulintas pada kota yang memiliki ruas dan panjang jalan sangat terbatas, sementara pada sisi lain harus pula mampu memberikan pelayanan terhadap arus kunjungan yang datang, kemudian memberikan suasana nyaman khususnya pada pemilik kendaraan yang ingin menikmati Kota Bukittinggi,” ujarnya, Jum’at (17/2/2017).

Sebagaimana diketahui sambung M. Ramlan Nurmatias, keterbatasan ruas maupun lebar badan jalan di Bukittinggi, selama ini identik dengan kemacetan dan sulitnya mendapatkan tempat parkir yang aman dan nyaman. Kalau bisa memarkirkan kendaraan, hampir semua pengunjung, bahkan dunia luar tahu, untuk parkir kendaraan tidak ada tarif resminya. Apalagi pada saat arus kunjung meningkat ketika libur sekolah, terutama lebaran, membuat sebagian orang yang ingin datang menjadi berpikir ulang.

Ramlan Nurmatias dan Irwandi mampu melakukan perubahan signifikan. Titik-titik parkir ditetapkan dan dikelola lebih baik dengan menempatkan juru-parkir resmi yang ditunjuk oleh Walikota, sehingga tidak memiliki kesempatan bermain-main melaksanakan tugasnya. Salah satu diantaranya dengan menjadi bekas bioskop Gloria yang sudah menjadi milik Pemko Bukittinggi sebagai gedung parkir kendaraan bermotor roda-dua, dan mampu membebaskan perpakiran “sesak” di sepanjang Jalan Minangkabau.

Penataan berikutnya dilakukan terhadap kawasan pasar dan terminal Simpang Aur, yang juga menciptakan preseden negatif bagi pengunjung selama ini. Langkah ini ternyata mampu menciptakan suasana kondusif di kawasan strategis bahkan sempat menjadi pusat perdagangan konveksi untuk kawasan Sumatera itu.

Langkah ini kata Wali Kota M. Ramlan Nurmatias, Pemko Bukittinggi berhasil pula membuahkan predikat lebih bagi Bukittinggi dengan Piala Wahana Tata Nugraha bidang lalulintas dan angkutan untuk kategori kota sedang bersama Padang di Sumatera Barat.

“Seiring dengan itu, selama setahun kepemimpinan, Bukittinggi sedikitnya telah berhasil meraih 213 penghargaan dan piala, baik untuk tingkat regional maupun nasional,” terangnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top