Ruang Publik

Isap Lem, Enam Pelajar Bukittinggi ini Diamankan Tim SK4

Miris sekali aksi yang dilakukan enam pelajar di Kota Bukittinggi ini, pelajar yang seharusnya mengenyam pendidikan di sekolahnya, malah asyik berkeluyuran diluar saat jam pelajaran sekolah sambil mengisap lem.

Enam orang pelajar yang kedapatan mengisap lem ini langsung diamankan oleh Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi, mereka diamankan tim SK4 disalah satu lokasi yang berada di Belakang Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Tengah Sawah, Senin 13 Februari 2017.

Informasi yang dihimpun di Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), enam orang pelajar ini terdiri dari 5 orang siswa SD Perwari dan 1 orang  siswa SMP Negeri 8. Usai diamankan para pelajar ini langsung diamankan.

Kepala Bidang Trantibum Dinas Satpol PP Bukittinggi, Aldiasnur mengatakan, mereka diamankan  setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pelajar yang diduga melakukan isap lem disatu tempat yang berada di belakang Puskesmas.

“Mendapatkan laporan tersebut, maka tim SK4 langsung menuju lokasi. Dan saat petugas sampai dilokasi sekitar pukul 11.00 Wib, para pelajar ini terkejut dan langsung melarikan diri. Namun berkat kesigapan petugas, maka orang pelajar ini berhasil diciduk dan langsung digelandang ke Kantor Dinas Satpol PP,” jelasnya.

Terkejut dengan kedatangan petugas sambung Aldiasnur, para pelajar ini sempat melarikan diri dengan meninggalkan lem yang mereka hirup tersebut. Petugas disamping berhasil menciduk para pelajar, dilokasi juga ditemukan barang bukti berupa lem cap kambing yang sudah dimasukkan dalam plastik.

Akibat dari perbuatannya itu, ujar Aldiasnur, maka pihak Dinas Satpol PP hanya memberikan pembinaan serta memanggil pihak sekolah yang bersangkutan  dan memanggil orang tua mereka untuk menjemput.

“Kita  telah panggil orang tua mereka dan pihak sekolahnya, dan mereka kembali kita serahkan kepada pihak sekolah yang bersangkutan,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Satpol PP Bukittinggi Syafnir mengatakan, kelompok anak pengisap lem ini memang cukup banyak, mereka biasa nya ngumpul sambil mengisap lem hingga teler, dan apabila dibiarkan mereka nekat melakukan perbuatan lain yang meresahkan masyarakat.

“Razia penertiban anak pengisap lem ini sudah sering dilakukan, pada umumnya mereka sudah ditindak dan diproses, bagi perempuan yang notabene wanita tuna susila atau sudah masuk dalam pergulan bebas, sehingga yang sudah terjaring lebih dua kali dikirim langsung ke Panti Andam Dewi di Sukarami Kabupaten Solok untuk dibina lebih lanjut,” jelasnya.

Bagi anak lem yang tertangkap itu laki-laki sambung Syafnir, sifatnya hanya pendataan dan pembinaan, karena secara umur mereka masih dibawah rata-rata, ditindak dengan tindak pidana ringan tidak masuk kategori, sarana pembinaan lebih lanjut juga belum ada, dan kedepan akan dicarikan solusi untuk memberikan efek jera.

“Pelanggaran anak lem banyak ditemukan di Kelurahan Benteng Pasar Atas dan Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, yang notabene lokasi pasar, karena mereka suka nongkrong di lokasi pada dua kelurahan untuk berkumpul bersama teman-temannya, dan kedepan akan terus dilakukan penindakan anak lem ini, karena disisi kesehatan sudah jelas merusak kesehatan,” ujarnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top