Ruang Publik

Jelang Lelang Jabatan, Calon Pejabat di Bukittinggi Wajib Ikuti Assesment

Untuk mengisi kekosongan jabatan dalam Struktur Organisasi Pemerintah Daerah (SOPD), Pemerintah Kota Bukittinggi mengambil kebijakan dengan mengadakan uji kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Eselon II dan III.

Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, Kamis (9/2/2017), menjelaskan, ujian kompetensi atau assesment ini bertujuan untuk melihat kemampuan para pejabat, apakah sudah sesuai dengan jabatan yang dipangkunya, sekaligus evaluasi dari kinerja yang telah dilaksanakannya selama ini.

“Assesment ini digelar sebelum dilaksanakannya mutasi, rotasi, lelang jabatan, hasil penilainnya bersifat rahasia, hanya Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mengetahui, dan pada saat nanti pejabat bersangkutan akan ditempatkan sesuai dengan kemampuan serta dasar pendidikannya,” jelasnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, assesment ini merupakan kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi, yang tertuang dalam Peraturan dan Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) No. 13 Tahun 2014.

“Manajemen ASN khususnya jabatan struktural melalui proses promosi terbuka, yang ditindaklanjuti dengan serangkaian assessment yang telah disediakan dan dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengambangan SDM bekerjasama dengan jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang (UNP),” terangnya.

Ramlan Nurmatias menambahkan, assesment adalah proses dalam mencari bentuk, antara jabatan dan kompetensi diri yang diperlukan. Assesment meliputi leadership, relationship dan personal attribut.

Sebelumnya pada Selasa 7 Februari 2017 lalu, sebanyak 125 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II dan III di lingkungan Pemko Bukittinggi mengikuti assessment (uji kompetensi) psikotest, di aula perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukit Gulai Bancah.

“Assessment dilakukan kurang lebih selama enam jam, mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, melalui serangkaian tes menyangkut psikologi yang terdiri dari tes logika penalaran, analog verbal, matematika dan EPPS,” tukas Wali Kota.

Assessment merupakan potret diri pegawai, cocoknya dimana dan dibidang apa, maka dari itu M. Ramlan Nurmatias berharap pejabat yang ditempatkan nanti melaksanakan tugas nya dengan baik, karena untuk penempatannya Pemko Bukittinggi telah melakukan seleksi secara maksimal. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top