Ruang Publik

Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi Tahun 2017 ini Targetkan 52 Hektar Lahan Tanaman Cabe

Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, pada tahun 2017 ini targetkan menanam cabe merah di lahan seluas 52 hektar, dengan target dapat membantu stabilitas harga cabe di pasaran, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Teti Adrianis, menjelaskan, cabe merupakan kebutuhan pokok masyarakat, yang permintaan nya di pasaran cukup tinggi, dan harga nya sering berfluktuatif, serta produksinya di Bukittinggi juga belum terlalu maksimal.

“Target dari Kementerian Pertanian tahun ini naik dari tahun sebelumnya dengan luas tanam 41 hektar dan target luas tanam tiga sampai lima hektar per bulan. Tahun 2016 lalu produksi rata-rata mencapai tujuh ton per hektar,” ujarnya, Selasa (31/1/2017).

Menurut Teti Adrianis, hanya dua dari tiga kecamatan di Bukittinggi yang lahannya dinilai efektif untuk ditanami cabe, yakni di kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) dan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

“Karena keterbatasan lahan, petani di Bukittinggi menggunakan lahan sawah untuk menanam cabe sambil menunggu musim tanam berikutnya, sehingga tidak memungkinkan bila produksi salah satu komoditas digenjot karena akan mengurangi produksi komoditas lain,” terangnya.

Teti Adrianis menambahkan, hingga sekarang belum ada lahan khusus budidaya cabe di Bukittinggi, dan saat ini juga belum diterapkan teknologi atau perlakuan khusus dalam budidaya cabe, masih bergantung pada kondisi cuaca.

Di samping memanfaatkan lahan sambung Teti Adrianis, pemenuhan kebutuhan cabai juga akan didukung melalui partisipasi masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas tersebut.

“Dalam APBD 2017 telah dianggarkan Rp94 juta untuk penyediaan bibit cabai yang akan dibagikan ke rumah tangga. Diharapkan dapat terlaksana pada Mei 2017,” tukasnya.

Menurut Teti Adrianis, pada tahun ini akan disiapkan sekitar 7.500 bibit dan setiap rumah tangga akan mendapat lima sampai sepuluh bibit cabe.

“Kami harap setelah kegiatan dapat terlaksana, masyarakat dapat mendukungnya. Jadi sekiranya butuh cabai, cukup petik di halaman. Hal ini akan mengurangi tingginya permintaan cabai yang berakibat pada kenaikan harga,” ulasnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top