Ruang Publik

Pencurian Sepeda Motor Meningkat, Polres Bukittinggi Minta Masyarakat Waspada

Maraknya kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah hukum Polres Bukittinggi, merupakan hal yang patut diwaspadai masyarakat.

Bagaimana tidak, berdasarkan data yang dihimpun di Mapolres Bukittinggi pada tahun 2016 lalu, tercatat 232 kasus pencurian kendaraan bermotor, dan yang terungkap hanya 22 kasus. Dari angka itu masuk kategori kasus yang sangat tinggi, maka dari itu perlu dilakukan antisipasi meminimalisir kasus ini kedepan.

Menjawab pertanyaan soal tingginya kasus pencurian sepeda motor itu, Kapolres Bukittinggi AKBP. Arly Jembar Jumhana Mengungkapkan, pada tahun 2017 ini Polres Bukittinggi komit menjalankan program terobosan dengan tujuan melindungi masyarakat dari tindakan kejahatan, terutama aksi pencurian kendaraan motor.

“Untuk meminimalisir kasus ini, Polres Bukittinggi mengoptimalkan penyampaian pesan Kamtibmas melalui pamflet yang dipasang di tempat tertentu, mengadakan kerjasama dengan pihak dialer sepeda motor untuk membuat kunci ganda, serta mengimbau masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat” jelasnya, Selasa (31/1/2017).

Menurut Arly Jembar Jumhana, antisipasi awal tentu dari masyarakat si pemilik kendaraan bermotor, seperti dengan menambah pengamanan kunci dengan menggunakan gembok yang dipasang di jari-jari roda, memastikan motor yang ditinggalkan dalam keadaan terkunci, karena biasanya si pelaku pencurian memanfaatkan kelalaian si pemilik motor saat melakukan aksinya.

“Pencurian sepeda motor ini masuk kejahatan berjaringan, dengan arti kata pelaku pada umumnya tidak sendirian, ada kelompok tertentu yang bertugas untuk mencuri, dan memiliki jaringan yang berfungsi sebagai penadah, maka dari itu Polres Bukittinggi meminta jajaran Satuan Lalu Lintas untuk mengoptimalkan razia di lapangan,” terangnya.

Arly Jembar Jumhana menambahkan, petugas Lantas yang patroli dilapangan diminta mencek Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pengendara saat mengadakan razia, dan apabila tidak dapat memperlihatkan akan dilakukan penelusuran lebih lanjut, karena mungkin saja motor yang dipakai berasal dari barang hasil curian yang dijual para penadah.

“Diakui, pengungkapan kasus pencurian sepeda bermotor ini memang cukup sulit, namun demikian dengan optimalnya pengawasan petugas dilapangan, diharapkan mampu meminimalisir kasus ini kedepan,” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Bukittinggi Kompol Zahari Almi mengatakan, tindak kriminal curanmor di Bukittinggi kerap terjadi, dan sebagai tindak lanjut pihaknya menghimbau warga untuk lebih waspada.

“Untuk mengantisipasi diharapkan masyarakat  berhati-hati dan waspada saat memarkirkan kendaraannya, terutama di tempat keramaian,” tukasnya.

Zahari Almi meminta masyarakat menambah kunci pengaman pada kendaraan. Jangan lupa mengunci stang atau gunakanlah kunci ganda saat parkir di tempat umum.

Warga juga diminta kapolsek untuk lebih peduli pada barang milik sendiri,  karena kelalaian akan memicu kesempatan bagi pihak lain untuk melancarkan aksinya.

Zahari Almi menambahkan, di wilayah hukum Polsek Bukitttinggi dalam tiga pekan terakhir saja telah terjadi 5 kasus curanmor.

“Sebagai kota perlintasan atau berada di jalur masuk dan keluar ke beberapa daerah, Kota Bukittinggi rawan tindak kriminal, terutama pencurian sepeda motor. Kewaspadaan lebih diutamakan, karena kejahatan  bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” tukasnya.(Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top