Ruang Publik

Polres Bukittinggi Komit Jalankan Program Role Model Polri

Jajaran Polres Bukittinggi mengoptimalkan program Suling Ustad, sebagai tindak lanjut program role Polri, dengan melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid yang berada di wilayah hukumnya.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, Selasa (31/1/2017), mengungkapkan, diambilnya istilah Suling atau Subuh Keliling ini, karena Suling merupakan salah satu alat musik tradisional minangkabau yang sangat identik oleh masyarakat, dan istilahnya mudah diingat.

“Sedangkan Ustad merupakan gambaran dari seorang pendidik atau istilah yang sangat sering dipakai di Indonesia untuk kalangan orang pintar di bidang ilmu agama islam, dan di dalam program ini Ustad yang diperankan Polres Bukittinggi diartikan (Unggul, Sopan, Tegas, Agamais, dan Dipercaya), dalam hal ini seluruh jajaran diminta memiliki sikap layaknya Ustad yang dimaknakan seperti kepanjangannya itu,” terangnya.

Menurut Arly Jembar Jumhana, lounching program Suling Ustad ini dilaksanakan pada Jum’at Subuh 13 Januari 2017 lalu pukul 04.30 WIB, bertempat di Surau Gadang Mandiangin, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, sangat disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Pada saat Lounching program ini dihadapan jamaah masjid, disampaikan Suling Ustad adalah program yang tepat sekali dilaksanakan oleh jajaran Polres Bukittinggi yang notabene personilnya beragama Islam ditengah penduduk kota Bukittinggi dan Agam Timur yang agamais,” ujarnya.

Sebagai umat muslim yang taat sambung Arly Jembar Jumhana, anggota Polri harus melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid. Alangkah lebih baik apabila melaksanakan salat subuh berjamaah tersebut dilaksanakan secara berkeliling dan berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya setiap hari secara bergantian.

“Sesuai program promoter kita anggota Polri harus Unggul dan Profesional, siap bersaing dengan perkembangan tekhnologi dan moderenisasi. Sebagai pengayom dan pelayan masyarakat anggota Polri harus bersikap sopan dan santun pada masyarakat,” tukasnya.

Anggota Polri dalam bertindak harus tegas dan terukur agar tidak dilecehkan oleh masyarakat. Sebagai muslim yang beriman anggota polri harus  Agamais, Amar ma’ruf nahi munkar, mengajak untuk kebaikan dan menjauhkan segala kemungkaran ditengah masyarakat.

Apabila semua diatas telah dilaksanakan dengan baik sambung Arly Jembar Jumhana, Polri akan Dipercaya dan dicintai oleh masyarakat sesuai tugas pokok polri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat serta sebagai penegak hukum yang profesional dan adil.

Khusus anggota yang tinggal di asrama, kegiatan subuh keliling dilaksanakan setiap hari dengan titik kumpul di Polres Bukittinggi pada pukul 04.30 WIB. Sedangkan bagi anggota yang tinggal diluar asrama dapat melaksanakan sendiri-sendiri atau ikut bergabung dengan rombongan yang kumpul di Mapolres.

“Dengan melaksanakan berbagai program mulai dari Jumat barokah, Jumat sedekah, Subuh keliling, sabtu bersahabat, door to door, tiada hari tanpa silahturahmi dan program lainnya, kita berharap Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat serta terjalinnya kerjasama yang baik antara Polri dan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan keamanan dan memelihara situasi yang kondusif khususnya di wilayah hukum Polres Bukittinggi,” tuturnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top