Ruang Publik

Terkait Penyaluran Raskin 2017, Bulog Sub Divre Bukittinggi Menunggu Aturan dari Pemerintah Pusat

Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin) untuk tahun 2017 di Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Bukittinggi masih menunggu pagu Raskin yang ditentukan pemerintah pusat.

Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi Sultani, Kamis (19/1/2017), menjelaskan, berapa pagu Raskin yang akan disalurkan seluruhnya diatur oleh Kementrian Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jadi daerah hanya menerima pagu yang ditetapkan, termasuk jatah untuk tiga kota (Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh) dan empat kabupaten (Agam, 50 Kota, Pasaman, dan Pasaman Barat).

“Raskin merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial di bidang pangan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat berupa bantuan beras bersubsidi kepada rumah tangga berpendapatan rendah (rumah tangga miskin dan rentan miskin),” jelasnya.

Menurut Sultani, Rumah tangga yang berhak menerima beras Raskin, atau juga disebut Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Program Raskin, adalah rumah tangga yang terdapat dalam data yang diterbitkan dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011 yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan disahkan oleh Kemenko Kesra RI.

Untuk penyaluran Raskin tahun 2017 ini kemungkinan datanya hampir sama dengan tahun 2016 lalu, dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) yang berhak mendapatkan raskin tahun ini sebanyak 109.412, dan jumlah raskin yang disitribusikan perbulannya mencapai 1.641.180 kg.

“Penyaluran raskin ini sebanyak 15 kg per rumah tangga sasaran dengan harga 1.600 rupiah perkilogram, dan masyarakat penerimanya itu berdasarkan data tahun dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” ujarnya.

Sultani menambahkan, untuk kota Bukittinggi Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) sebanyak 2.644, dengan jatah raskin 39.660 Kg, Padangpanjang  jumlah  RTSPM  2.359, jatah raskin 35.385 Kg, kota Payakumbuh jumlah RTSPM 6.383 dengan jatah raskin 95.745 Kg.

“Sementara itu untuk Kabupaten Agam jumlah RTSPM 26.235, dengan jatah raskin 393.525 Kg, Kabupaten 50 Kota RTSPM nya berjumlah 24.946 dan jatah raskin 374.190 Kg, Pasaman jumlah RTSPM 20.193, jatah raskin 302.895 kg, sedangkan untuk Kabupaten Pasaman Barat jumlah RTSPM sebanyak 26.652, dengan jatah raskin 399.780 kg,” jelasnya.

Bulog menyalurkan beras untuk masyarakat miskin dari gudang ke titik distribusi, sedangkan pada titik bagi atau rumah tangga sasaran penerima manfaa sambung Sultani, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten dan Kota, karena dalam hal ini Bulog hanya berperan sebagai penyedia pagu beras.

“Dengan adanya program raskin, dapat membantu kelompok miskindan rentan miskin mendapat cukup pangan dan nutrisi karbohidrat tanpa kendala. Efektivitas Raskin sebagai perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan sangat bergantung pada kecupan nilai transfer pendapatan dan ketepatan sasaran kepada kelompok miskin dan rentan,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top