Ruang Publik

Kuota Haji Sumatera Barat Bakal Bertambah 20 Persen, Jemaah Haji Bukittinggi 2017 Tercatat 290 Orang

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin memastikan Indonesia mendapatkan kuota tambahan 10.000 untuk pelaksanaan ibadah haji 2017. Sejalan dengan itu, kuota haji untuk Sumatera Barat juga diprediksi bertambah 20 persen. Dengan demikian, kuota haji pada 2017 akan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sumatera Barat Syamsuir di Bukittinggi, Rabu (18/1/2017), menurutnya,  prediksi itu berpatok pada hitungan pembagian secara merata untuk 34 Provinsi di Indonesia.

“Sejak tahun 2013 hingga 2016, embarkasi Padang memberangkatkan 3.599 jemaah. Jika kuota ditambah sebesar 20 persen, maka jatah Sumbar kembali  menjadi 4.318 orang. Namun demikian, Kemenag Sumbar belum menerima surat resmi terkait adanya penambahan kuota haji,” terangnya.

Menurut Syamsuir, keputusan pusat biasanya diterima oleh Kemenag Sumbar tiga bulan atau dua bulan sebelum keberangkatan, dan hingga sekarang masih menunggu keputusan dari Kementrian Agama pusat. Soal kuota tambahan 20 persen sifatnya baru prediksi. Intinya, berapa pun kuota, embarkasi Padang siap bekerja dalam melayani para jamaah.

“Insya Allah, berdasarkan informasi dari Pemerintah Arab Saudi penambahan kuota haji Indonesia 20 persen ini telah diterima Mentri Agama, dan kuota itu disesuaikan kembali dengan porsi lama sebanyak 210.000 jamaah calon haji dalam satu tahun,” tukasnya.

Syamsuir menambahkan, pemotongan kuota 20 persen ini diberlakukan pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2013 lalu, dan sekarang daftar tunggu hadi di Sumatera Barat tercatat 168.800, dan dengan perkiraan daftar tunggu yang panjang ini Kementrian Agama meminta pada pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota haji tahun 2017 ini, dan hasilnya hanya Indonesia yang mendapat tambahan kuota itu.

“Daftar Tunggu Haji di Sumatera Barat mendekati 17 tahun. Bila pada tahun 2017, kuota haji untuk Sumbar bisa kembali normal maka waktu tunggu tersebut bisa berkurang. Sejak 3 tahun terakhir, kuota haji Sumbar 3.599 orang yang dipotong 20 persen dari kuota normal. Pemotongan itu sesuai dari surat Kerajaan Arab Saudi,” jelasnya.

Jamaah haji di Indonesia dan khususnya di Sumatera Barat sambung Syamsuir, 60 persen diantaranya lansia, dan apabila kuota ini tidak ditambah, besar kemungkinan daftar tunggu itu bertambah hingga 17 tahun lagi, yang otomatis secara usia para jamaah itu semakin renta, dengan segala keterbatasan, terutama fisik yang semakin tua.

Syamsuir berharap, keputusan Pemerintah Arab Saudi menambah kuota haji 20 persen Indonesia ini tidak mengalami perubahan, sambil menunggu keputusan Mentri Agama terkait regulasi pembagian kuota secara merata, dari 34 Provinsi akan dibagi ulang Kementrian Agama sesuai dengan rasio jumlah jamaah, dengan hitungan 1 mil satu jamaah.

“Untuk pembagian kuota di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat disesuaikan dengan nomor urut pendaftaran jamaah calon haji di Kantor Kementrian Agama masing-masing, misalnya di Bukittinggi dengan kuota 2017 sebanyak 290 orang, ditambah 20 persen, sepeti itulah hitungan penambahannya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Bukittinggi Muhammad Nur mengatakan, 290 orang jamaah calon haji yang terdaftar saat ini, besar kemungkinan akan ditambah 40 orang lagi, yang disesuaikan dengan nomor urut yang telah mendaftar.

“Daftar tunggu haji di Bukittinggi mendekati 18 tahun, jadi berbicara kuota haji diserahkan pada Kanwil Kementrian Agama Sumatera Barat, berapa kuota resmi yang akan diberangkatkan pada tahun 2017 ini,” terangnya.

Menurut Muhammad Nur, total kuota jemaah haji Bukittinggi nantinya tergantung dari kecepatan calon jamaah mendaftar di Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu), bisa jadi Bukittinggi mendapat kuota haji lebih banyak dari Kabupaten dan Kota lainnya di Sumatera Barat.

“Terkait penambahan kuota haji ini belum disampaikan secara resmi pada calon jamaah, karena regulasinya menunggu secara berjenjang dari Kementrian Agama Pusat dan Provinsi Sumatera Barat,” tukasnya.(Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top