Ruang Publik

RRI Bukittinggi Peringati Hari Jadi ke 71

Keluarga besar LPP RRI Bukittinggi, Selasa (17/1/2017) kemarin, memperingati hari jadinya yang ke 71 dan 3 tahun sebagai Radio Bela Negara atau sejak tahun 2014 lalu, ditandai dengan upacara bendera, dilanjutkan dengan acara resepsi peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun, serta rapat pleno bersama Kepala Stasiun yang dilaksanakan di Auditorium RRI Bukittinggi.

Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi Samirwan mengatakan, secara nasional peringatan hari radio dilaksanakan setiap tanggal 11 September, karena secara nasional pula RRI resmi berdiri pada saat itu, tepatnya 11 September 1945.

“Khusus LPP RRI Bukittinggi peringatan hari jadinya jatuh pada 14 Januari dan momen itu sangat bersejarah dan sarat akan makna, karena 71 tahun silam tepatnya 14 Januari 1946 adalah awal berkumandangnya siaran Radio Republik Indonesia Bukittinggi, dan peran RRI Bukittinggi sangat vital, karena ikut mengumandangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Samirwan, RRI Bukittinggi didirikan bukan dengan cara yang mudah, melainkan dengan upaya yang gigih dan bahkan pertaruhan nyawa dilakukan para pejuang guna mendapatkan peralatan penyiaran dari tangan penjajah Belanda, pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

“RRI Bukittinggi merupakan radio bersejarah, yang telah mengudara jauh-jauh hari, semenjak berkecamuknya Perang Dunia Kedua, pelaku sejarah saat itu meminta pada Radio Jepang agar menyerahkan radio ini pada rakyat Indonesia, dan pada masa itu terjadi perpindahan lokasi siaran dari Halaban, Suliki, Koto Tinggi yang seluruhnya berada di Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat,” tukasnya.

Samirwan menambahkan, berdasarkan catatan sejarah itu, dari Kabupaten 50 Kota, RRI Bukittinggi kemudian berkantor di Parik Natuang Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, kemudian pindah ke daerah Tarok atau sekarang tepatnya disamping SMP Negeri Dua Bukittinggi di Kecamatan Guguak Panjang.

“Barulah pada 14 Januari tahun 1947, RRI Bukittinggi pindah ke bangunan kantor di jalan DR. A.Rivai Nomor 22 A dan mengudara secara resmi, yang dahulunya merupakan sebuah Hotel milik Pemerintah Hindia Belanda yang bernama Wilhelmina,” tukasnya.

Menurut Samirwan, perjuangan panjang berdirinya RRI Bukittinggi ini tidak terlepas dari seluruh pelaku sejarah, maka dari itu sudah sepatutnya kita mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perjuangan mereka di masa lampau, terutama saat mengumandangkan Kemerdekaan Republik Indonesia bersama RRI Surakarta dan RRI Jakarta, sehingga seluruh dunia mengetahui bahwa di kala itu Negara Indonesia ini masih ada dan diakui keberadaannya.

“Sebagai Radio Bela Negara yang telah berusia 71 tahun, merupakan usia yang matang, yang perlu dilakukan adalah introspeksi, sejauhmana kita berbuat dalam membangun kemerdekaan Republik Indonesia yang disejalankan dengan tugas pokok, terutama sebagai media yang menyampaikankan informasi penting bagi pendengar berupa siaran pendidikan, hiburan, pelestarian budaya, serta pembentukan karakter bangsa,” jelasnya.

Dalam mewujudkan RRI sebagai lembaga penyiaran yang terpercaya dan mendunia sambung Samirwan, RRI Bukittinggi hendaknya terus memberikan informasi dan pemberitaan yang aktual dan dapat dipercaya oleh pendengar, serta kedepan hendaknya dapat mengoptimalkan berita dari delapan Kabupaten dan Kota yang berada di wilayah kerja.

Kepada seluruh Angkasawan/ti, Samirwan berharap agar sama-sama menjalankan komitmen untuk meningkatkan kinerja, mengaktifkan peran team work dalam setiap  proses produksi, serta bekerja keras, ikhlas dan cerdas. Sehingga peran LPP RRI Bukittinggi  kedepan lebih dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(Dipra)

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top