Ruang Publik

Selama Tahun 2016, Pedagang Paling Banyak Terlibat Kasus Narkoba di Bukittinggi

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar mengungkapkan, sepanjang 2016 terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba dibandingkan tahun 2015.

“Narkoba menjadi bagian dari kasus menonjol yang ditangani Polres Bukittinggi selama tahun 2016 lalu, disamping kasus pembunuhan, aniaya berat, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan kasus pencurian sepeda motor (curanmor),” terangnya, Kamis (5/1/2017).

Menurut Arly Jembar Jumhana, pada tahun 2015, kasus narkoba tercatat sebanyak 36 kasus. Sedangkan 2016, terjadi penambahan signifikan dengan 48 kasus, dengan analisis naik 33,33 persen, dengan 70 pelaku yang diamankan.

“Dari keseluruhan pelaku yang didakwa, 32 orang berasal dari kalangan swasta dan pedagang. Lalu, dari kalangan sopir sebanyak 8 pelaku, warga binaan Lapas Biaro 3 pelaku, Ibu Rumah Tangga 3 pelaku, kalangan PNS/Polri/Pegawai Honorer 3 pelaku, mahasiswa/pelajar 3 pelaku dan buruh dan pengangguran 3 pelaku,” terangnya.

Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba ini sambung Kapolres, harus disikapi seluruh pihak dengan seksama.Arly Jembar Jumhana  meminta segenap masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungannya dari masuknya peredaran narkoba.

“Kita mulai bentengi diri dari narkoba, diawali dari dalam keluarga sendiri. Tanpa itu, sulit memberantas narkoba, karena peredarannya tidak mengenal tempat, lengah sedikit saja kita akan menjadi bagian dari penyalahgunaan barang haram itu,” tukasnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top