Ruang Publik

Bukittinggi Perlu Tambahan Hotel dan Kamar Penginapan

Setelah sempat mengalami lonjakan pengunjung pada liburan akhir tahun, kini kondisi kota wisata Bukittinggi sudah kembali normal. Selain meningkatnya jumlah kunjungan dibeberapa tempat objek wisata yang ada, lonjakan juga terjadi terhadap hunian hotel.

Informasi dari pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, tidak seluruh pengunjung dapat tertampung dipenginapan, hal ini membuktikan jika Bukittingi membutuhkan tambahan kamar hotel dimasa mendatang.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi Vina Kumala, Rabu (4/1/2017), mengatakan, lonjakan pengunjung sejak tanggal 20 Desember 2016 hingga tanggal 2 Januari 2017 kemarin bervariasi, mulai dari 80 persen hingga 100 persen.

“Puncaknya pada malam pergantian tahun lalu, PHRI mengakui banyak juga pengunjung yang tidak mendapatkan kamar saat memboking hotel disebabkan kamar yang ada sudah penuh,” ujarnya.

Menurut Vina Kumala, jumlah hotel saat ini sebut vina yang tergabung dalam PHRI tercatat sebanyak 26 hotel. Namun semuanya jika termasuk restoran berjumlah 35, semua itu pada umumnya penuh saat liburan kemarin.

“Pada umumnya pengunjung didominasi berasal dari daerah tetangga seputaran Sumatera Barat, seperti Provinsi Riau, Jambi, Medan, Provinsi Aceh, dan bahkan ada juga yang datang atau pulang kampung dari Jakarta,” jelasnya.

Hunian hotel sendiri sambung Vina Kumala mulai terlihat lonjakan sejak tanggal 30 desember lalu, dimana jumlah persentasi hunian meningkat hingga 100 persen.

“Kedepan di Bukittinggi perlu tambahan hotel, untuk itu mungkin kita akan memberdayakan homestay masyarakat yang ada, jadi jikapun tidak ada hotel, namun masih ada homestay yang fasilitasnya sama dengan hotel sudah cukup membantu,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut tambah Vina Kumala, pihak PHRI sendiri akan bekerjasama dengan pihak Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi bersama stakeholder lainnya maupun dengan pelaku pariwisata dan masyarakat.

“Kita hanya bisa melakukan imbauan, namun untuk regulasinya tentulah tidak bisa lepas dari campur tangan Pemerintah Kota Bukittinggi,” tukasnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top