Ruang Publik

Tertangkap di Bukittinggi, Imigrasi Agam Deportasi 2 WNA Asal Tiongkok

Setelah melakukan pemeriksaan selama lima hari, akhirnya Imigrasi Kelas II Agam, Rabu (4/1/2016) mendeportasi atau memulangkan dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal tiongkok yang bernama Huang Zhimeng dan Huang Bingfeng.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Agam Ezardy Samsoe, bersama dua orang staf nya Riki dan Nusa, pagi tadi mengantarkan kedua orang WNA itu melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan jadwal penerbangan pukul 14.30 WIB.

Menurut Ezardy Samsoe, setelah penerbangan hari ini, kami menginap dulu satu malam di Jakarta, Kamis 5 Desember 2016 besok, kedua WNA asal Tiongkok itu akan diterbangkan ke negara asalnya sekitar pukul 08.30 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Deportasi kedua WNA asal Tiongkok ini telah melalui prosedur, dan pelanggaran nya memenuhi perundangan tentang keimigrasian, karena saat diamankan pada Jum’at 30 Desember 2016 lalu, di sebuah ruko dikawasan Jalan Bypass, RT 01 RW 04, Kelurahan aur Kuning, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (Abtb), Bukittinggi, mereka tidak mampu memperlihatkan bukti perjalanannya masuk ke wilayah teritorial Indonesia,” terangnya.

Ezardy Samsoe menambahkan, berdasarkan pengakuan kedua WNA itu sambung Ezardy Samsoe, mereka hanya ingin melancong ke Indonesia, sehingga sampai di Kota Bukittinggi dan tinggal bersama rekan nya seorang warga Kota Padang keturunan Tiongkok yang berjualan sandal di Pasar Aur Kuning, hal inilah yang patut diwaspadai, karena mungkin saja dia juga ikut berdagang dan memasok barang dagangan secara ilegal.

Memang keduanya ditangkap sedang tidak melakukan perbuatan terlarang atau penyalahgunaan, lebih tepatnya sore itu mereka sedang santai di dalam ruko itu, namun pihak Imigrasi menduga ada sesuatu hal yang mereka sembunyikan, terbukti bukti perjalanan yang merupakan identitas sementara saat berada di Indonesia tidak ditemukan.

“Setelah ditahan dua hari di Kantor Imigrasi Agam, masuk kiriman surat izin yang diakui dari saudaranya tentang perpanjangan tinggal kedua nya di Indoenesia, satu sampai tanggal 26 Januari 2017, dan satunya lagi sampai tanggal 29 Januari 2017,” ulasnya.

Namun dari penelusuran ujar Ezardy Samsoe, surat izin itu keluar dari dua tempat yang berbeda yakni Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sehingga menimbulkan kerancuan, dan diputuskan mereka harus meninggalkan Indonesia secepatnya.

Keduanya di deportasi untuk mencegah keresahan yang timbul dari masyarakat akan keberadaan kedua WNA itu, sekaligus untuk mengantisipasi masuknya tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia.

Untuk mengantisipasi masuknya WNA ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, pihak Imigrasi Agam telah membentuk tim yang melibatkan pihak Kejaksaan, Polisi, Kodim 03/04 Agam, hingga pihak Kecamatan, dan pengawasan di daerah dilakukan setiap hari, apabila ada WNA yang masuk tanpa dokumen lengkap akan langsung diamankan.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top